Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan serta Brevet Korps Marinir
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto,
Peristiwa
beritasumut.com - Seorang pria bernama Syamsul Bahri (53) warga Jalan Usman Siddik, Dusun XVII, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang jadi korban penipuan polisi gadungan. Pedagang ini mengalami kerugian Rp 257 juta dan kasus penipuan itu telah diproses oleh Polrestabes Medan.
"Polisi gadungan ini berinsial SPO dan istrinya seorang ASN berinisial NHN warga Jalan Aksara, Gang Aneka Medan yang telah dilaporkan ke Polrestabes Medan. Namun belum ada perkembangan sama sekali, " ucap Syamsul Bahri kepada wartawan di Medan, Kamis (22/04/2021).
Syamsul Bahri merasa kecewa, atas laporan polisi gadungan tipu Rp 257 juta yang telah dilaporkannya ke Polrestabes Medan. Hampir 4 bulan yang lalu yang hingga kini belum ada proses perkembangan apapun. Padahal dirinya minimal 3 kali dalam setiap bulannya menghubungi pihak penyidik.
Dia mengatakan, dirinya yang telah melaporkan atas penipuan yang dilakukan oleh polisi gadungan bernama Pranoto sehingga membuat ia harus kehilangan uang sebesar Rp 257 juta dengan nomor Laporan Polisi : LP/3096/XII/2020/SPKT Restabes Medan tanggal 15 Desember 2020.
"Saya hingga kini belum mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dari pihak Polrestabes padahal laporan sejak tanggal 15 Desember 2020 lalu," paparnya.
Syamsul menambahkan, bersama saksi sudah diperiksa dan seminggu setelah buat laporan ia pernah kembali mendatangi Polrestabes Medan guna mendapatkan informasi proses perkembangan laporan.
"Kata penyidiknya akan dipanggil terlapor lalu saya pulang. Beberapa minggu kemudian saya hubungi kembali penyidiknya bernama Adi Mulya katanya sabar. Dalam setiap bulannya hingga kini paling sedikit 3 kali saya telepon penyidiknya," imbuhnya.
Syamsul menerangkan, laporan itu terjadi bermula dari temannya yang mengenalkan pelaku yang mengaku sebagai polisi dapat membantu masukkan anak korban menjadi polisi pada tahun 2019 lalu. "Saya dibawa sama temannya ke rumah, usai sampai di rumahnya pelaku bersama istrinya yang juga bekerja sebagai ASN di Polda Sumut diimingi bisa membantu dan menjamin anak saya lulus masuk polisi," ungkapnya.
"Yang membuat kami percaya kepada pelaku melihat istrinya bekerja ASN di Poldasu berinsial NHN dan dialah yang menjanjikan anak saya bisa masuk polisi. Jadi kami percaya sama dialah," tambahnya.
Jadi pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta uang dengan alasan proses pengurusan anaknya menjadi polisi dengan jumlah total senilai Rp 257 juta. Dengan beberapa tahap dan ada bukti kwitansi yang ditandatangani pelaku dan ada juga yang tidak berkwitansi.
"Sekitar bulan puasa dia minta Rp 10 juta alasannya untuk menservice kedatangan tamu dari Mabes Polri. Pertama kali datang pelaku berpakaian biasa. Selanjutnya datang meminta uang untuk kelancaran proses anak saya jadi polisi dengan berpakaian polisi lengkap dan memakai jaket," bebernya.
"Pendaftaran pertama anak saya dibawa ke Polda. Jadi yang memeriksa parises anak saya adalah si istrinya (NHN) tadi. Karena alasannya virus corona (Covid - 19) anak saya tidak jadi mendaftar," imbuhnya.
Baca Juga : 336 Prajurit Siswa Resmi Ikuti Pendidikan Pertama Tamtama TNI AD Gelombang I TA 2021
Di tahun 2020 ada kembali buka pendaftaran polisi. Pelaku menjanjikan anak korban pasti masuk, hingga di ujian akademik anak korban gagal. "Pada saat gagal saya hubungi pelaku. Kata pelaku, tenang aja anak bapak bisa masuk. Itulah janji dia kepada kami," ungkapnya.
[br] Tak berapa lama pelaku mengirimkan SMS dengan menyatakan permintaan maaf anak korban tidak dapat ditolong lagi. Tersangka mengatakan dirinya sedang berada di Jakarta mengurus dana.
"Sejak itu jika saya menghubungi pelaku nomornya sudah tidak aktif lagi. Saya jumpain di rumahnya Jalan Aksara, Gang Aneka juga tidak ada. Jadi kami sudah menunggu satu bulan. Namun tidak ada itikad baik dari pelaku yang akhirnya saya atas nama Syamsul Bahri (53) melaporkan ke Polrestabes Medan," katanya.
Saat dikonfirmasi via WhatsApp penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan bernama Adi Mulya mengatakan, dirinya positif Covid - 19 dan juga baru mengalami kecelakaan dan lagi dalam pemulihan.
"Sudah saya sampaikan tadi bang masalahnya, saya di bulan Maret lalu positif Covid -18, jadi saya istirahat, Kelanjutan laporan itu rencana kita mau panggil terlapornya, Saya lagi istirahat pemulihan ini, baru siap kecelakaan bang," pungkasnya.
Baca Juga : Ketua Majelis Hakim Tolak Eksepsi Kuasa Hukum Anwar Tanuhadi, Sidang Kasus Penggelapan dan Penipuan Rp 4 Miliar Berlanjut
Sementara itu, Direktur Pusat Studi Pembaharuan Hukum dan Peradilan (Pushpa), Muslim Muis SH mengatakan, seharusnya laporan polisi sudah berjalan empat bulan lebih gak ada tindak lanjut apa kerja polisi jangan sampai nanti korban merasa pihak kepolisian tidak bekerja.
"Wajar kita minta Kapolrestabes Medan dalam minggu ini harus melihat progres pekerjaan anggotanya. Kalau tidak ada kemajuan bisa saja anggotanya di Propam kan," pungkasnya.(BS06)
Baca Juga:
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto,
Peristiwa
Guntur Sahputra kembali dipercaya memimpin PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Denai setelah terpilih secara aklamasi dalam Rapat Pemilihan
Peristiwa
beritasumut.com Perjuangan hukum yang dilakukan Pengacara PT Belawan Indah (PT BI), Dr Darmawan Yusuf, S.H., S.E., M.Pd., M.H., Pimpinan La
Peristiwa
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maru
Peristiwa
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II Batch
Peristiwa
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Dr. Akhm
Peristiwa
beritasumut.com Teknologi rumah pintar berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di Kota Medan semakin banyak. PT LG Ele
Tekno
Kabar kehilangan dokumen penting datang dari seorang pemuda asal Medan, Heri Kurniawan Panjaitan. Dokumen Transkrip Nilai Strata Satu (S1) m
Peristiwa
beritasumut.com Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah w
Ekonomi
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Rabu (8/7/2026) sore menggerebek sarang narkoba di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, yang t
Berita