Selasa, 26 Mei 2026

Pemuda Sinar Syahid Demo Minta Arab Saudi Bebaskan 11 WNI

Senin, 03 Agustus 2015 16:08 WIB
Pemuda Sinar Syahid Demo Minta Arab Saudi Bebaskan 11 WNI
Istimewa
Pemuda Sinar Syahid demo minta Arab Saudi bebaskan 11 WNI.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Seratusan massa Himpunan Pemuda Sinar Syahid (Himpass) berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Medan, Senin (3/8/2015). 

Mereka menuntut otoritas Arab Saudi segera membebaskan 11 Warga Negara Indonesia (WNI). Ke-11 WNI yang ditahan merupakan bagian dari kelompok mereka. Bahkan seorang di antaranya merupakan pemimpin mereka.

"Kita bicara kebangsaan saja dulu. Mereka merupakan WNI dan tidak pernah berurusan dengan tindak kriminal, bayar pajak rajin. Jadi patut diperjuangkan. Itulah makanya kita  gelar aksi di sini, karena hanya wali kota wakil kita," ujar Sekjen DPP Himpass Muhammad Rizali.

Dia mengklaim, selain di Medan, aksi serupa juga digelar di Jakarta dengan jumlah massa hanya berkisar 8-10 orang. "Kalau di Malaysia, belum ditentukan kapan aksinya," imbuhnya.

Ke-11 WNI yang ditahan otoritas Arab Saudi yaitu: Zubir Amir Abdullah, Ismelda Harfianti Lubis, Kharmain Amir Abdullah, Rahmat Abdullah Makki Almalik, Rahmat Syawal Lubis, Rudi Aulia Usman Arif, Muhammad Zainullah Wahid, Muhammad Iddris Ruslan, Muhammad Harianto Lubis, Joko Handoko Marore, dan Jamsah Binti Jamin. 

Mereka ditahan karena menggelar Salat Idul Fitri di depan Kabah pada 18 Juli lalu, sementara Salat Idul Fitri di Arab Saudi berlangsung sehari sebelumnya.

"Salah satu (dari 11 WNI) merupakan pendiri Himpas (Zubir Amir Abdullah). Dewan Perwalian kami dan Dewan Keamanan kami juga ada di sana," jelas Rizali.

Mengenai Salat Id yang berbeda waktunya itu, Rizali menyatakan, itu bergantung kepada ketetapan dari pemimpinnya. Dan mereka percaya kepada sang pimpinan.

Soal pimpinan ini, Rizali membantah mereka menyebut Zubir Amir Abdullah sebagai Imam Mahdi. "Kami hanya menyatakan beliau adalah pemimpin Islam. Kalau ada yang menyebut Imam Mahdi, kami berterima kasih sekali," katanya.

Saat ditanya soal apakah pemimpin Islam yang mereka yakini sama dengan Imam Mahdi, Rizali tetap berkilah. Namun, para pendemo lain yang hadir pada wawancara itu membenarkannya.

Dalam unjuk rasa itu, pendemo juga meneriakkan nama Zubir sebagai pemimpin mereka di sela zikir. Unjuk rasa berakhir setelah massa ditemui Asisten II Kemasyarakatan dan Sosial Erwin Lubis yang menyatakan menerima aspirasi itu dan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait 11 WNI yang ditahan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Masalah Gizi di Indonesia Jadi Faktor Penghambat Pembangunan Nasional
Bonus Demografi 2020-2030, Berkah atau Justru Jadi Bencana
Ramadhan Pohan Bakal Kembali Diperiksa Poldasu
Savita Bantah Sebagai Perantara Kasus Penipuan Ramadhan Pohan
Terkait Laporan Ramadhan Pohan, Penyidik Lakukan Pemeriksaan Terhadap Savita
Ditetapkan Tersangka, Kuasa Hukum Nilai Justru Ramadhan Pohan Jadi Korban
komentar
beritaTerbaru
hit tracker