Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Aparat penegak hukum diminta mengusut dugaan korupsi di Dinas Pertanian dan Peternakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina).
Hal itu disampaikan Sekjen Pergerakan Mahasiswa dan Pemuda Peduli Madina (PMP2M) Sahminan Lubis di Panyabungan, Ahad (17/11/2013).
Hal itu disampaikan Sahminan menanggapi dugaan korupsi di Dinas Pertanian Madina yang kerap disorot media akhir-akhir ini.
Seperti dugaan markup anggaran penggemukan sapi, sebesar Rp500 juta. Ini tidak boleh dibiarkan.
Kemudian dugaan korupsi cetak sawah yang jumlahnya mencapai milaran rupiah. Bagaimana mungkin program swasembada beras bisa terealisasi sementara anggarannya diduga dikorupsi, paparnya
Dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) juga diduga juga dikorupsi. Anggaran sebesar Rp1,6 miliar itu seharusnya untuk kelompok tani untuk meningkatkan hasil tani. Namun berdasarkan temuan di lapangan, banyak kelompok tani yang tidak mendapat bantuan, papar Sahminan.
Karena berbagai kasus dugaan korupsi tersebut tak kunjung diusut, muncul dugaan aparat penegak hukum di Sumatera Utara dan Madina telah kongkalingkong dengan oknum Kepala Dinas Pertanian dan Pertanian Madina sehingga yang bersangkutan tampak tenang-tenang saja.
“Kita dari mahasiswa sangat berharap aparat penegak hukum bisa mengungkap dugaan korupsi yang dilakukan oknum Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madina, agar Madina ini bersih dari korupsi,” harap Sahminan.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Madina Taufik Zulhendra yang berkali-kali dikonfirmasi ke kantornya maupun melalui telepon, tidak bisa dikonfirmasi. (BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar