Rabu, 22 Juli 2026

Medan Bukan Daerah Endemis Malaria, Dinkes: Sebagian Besar Kasus Adalah Rujukan

Rabu, 05 Oktober 2022 20:00 WIB
Medan Bukan Daerah Endemis Malaria, Dinkes: Sebagian Besar Kasus Adalah Rujukan
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan menegaskan, bahwasanya kasus penyakit malaria yang ada di Kota Medan sebagian besarnya adalah rujukan.

Karenanya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Medan dr Pocut Fatimah Fitri menyebutkan, Kota Medan bukan termasuk daerah endemis penyakit akibat gigitan nyamuk ini.

"Kasus yang ada di rumah sakit (RS) Kota Medan, sebagian besar adalah rujukan dari luar Kota Medan," ungkapnya kepada wartawan, Rabu (05/10/2022).

Dia menjelaskan, berdasarkan data sistem informasi malaria (Sismal) Kota Medan, sampai dengan Agustus 2022, total kasus yang tercatat ada 90 kasus. Jumlah itu, terdiri dari pada bulan Januari sembilan kasus, Februari lima kasus, Maret 12 kasus, April 10 kasus, Mei 13 kasus, Juni 14 kasus, Juli 15 kasus, Agustus 12 kasus.

"Jumlah itu terdiri tujuh RS rujukan yakni dari RSUP H Adam Malik 18 orang, RSU Colombia 38 orang, RS Siloam 11 orang, RS USU Medan enam orang, RS Bhayangkara empat orang, RS Murni Teguh 10 orang dan RS Elisabeth tiga orang," jelasnya.

[br] Lebih lanjut, Pocut menerangkan, pasien positif yang dilayani di RS rujukan Kota Medan berasal dari kabupaten endemis malaria dan yang bepergian ke daerah endemis malaria. Di antaranya, paparnya, Provinsi Papua tujuh orang, Riau lima orang, Sumatera Barat satu orang.

Kemudian Jawa Tengah satu orang, Labuhanbatu satu orang, Asahan 37 orang, Batubara 13 orang, Serdangbedagai 17 orang, Nias Selatan dua orang, Labuhanbatu Utara tiga orang dan Langkat satu orang.

"Jadi saya sampaikan kasus malaria di Medan berasal dari daerah endemis," tegasnya.

Oleh karena itu Pocut mengatakan, upaya yang dilakukan Kota Medan dalam penanganan kasus malaria antara lain, melak pelatihan E-Sismal bagi rumah sakit rujukan hingga pelatihan E-Sismal buat Puskesmas tahun 2023.

"Selanjutnya mendistribusikan obat anti malaria ke rumah sakit rujukan, dan melaporkan kasus malaria melalui aplikasi E-Sismal setiap bulan," pungkasnya.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Delapan Orang Meninggal, Nias Selatan Darurat Wabah DBD dan Malaria
Sumut Dorong Sepuluh Kabupaten/Kota Eliminasi Malaria
Kasus Malaria di Medan Meningkat Dalam Tiga Tahun Terakhir
Sejumlah Daerah Kekosangan Stok Obat Malaria, Termasuk Sumut
Gencar Cegah Malaria, Satgas Yonif 126/KC Laksanakan Pengasapan Keliling Kampung di Perbatasan Papua
Cegah Penyakit Malaria, Satgas Yonif 126/KC Laksanakan Fogging ke Rumah Warga di Perbatasan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker