Sabtu, 18 April 2026

RIK Harus Mampu Jawab Tantangan Dalam Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat

Sabtu, 12 Agustus 2023 15:00 WIB
RIK Harus Mampu Jawab Tantangan Dalam Peningkatan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat
beritasumut.com/BS07
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Penyusunan Rencana Induk Kelitbangan (RIK) diperlukan untuk menjawab tantangan dan dinamika dalam penyelenggaraan pemerintahan guna mendukung peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kota Medan, Mansursyah, Jumat (11/08/2023) saat membuka Seminar Penyusunan Rencana Induk Kelitbangan (RIK) Tahun Anggaran 2023 di Hotel Grand Antares Medan.

"Untuk itu, kita harus bisa benar-benar serius memetakan berbagai isu strategis terkait rencana pembangunan Kota Medan," ujarnya.
Dihadapan para peserta Mansursyah menyampaikan, berbagai potensi, masalah, tantangan dan peluang kelitbangan Kota Medan harus bisa dipetakan agar Rencana Induk Kelitbangan yang disusun bisa menjawab isu strategis untuk pembangunan jangka panjang Kota Medan.

"Semoga saudara sekalian mampu mencurahkan segenap tenaga dan pikiran selama kegiatan ini agar kita mampu menghasilkan Rencana Induk Kelitbangan terbaik untuk menciptakan Kota Medan yang penuh berkah, maju dan kondusif," harapnya.

Mansursyah juga mengatakan, mereka yang ditugaskan di lembaga bidang penelitian dan pengembangan bukanlah orang terbuang. Paradigma lama yang menyatakan bahwa litbang sebagai akronim dari kata “sulit berkembang” harus diubah menjadi “elit dan membanggakan”.

"Sejatinya saudara sekalian seharusnya difungsikan sebagai ujung tombak penghasil berbagai rekomendasi kebijakan pemerintah daerah yang bersandar pada data hasil penelitian alias science based policy making maupun evidence based policy making yang valid dan memiliki metodologi penelitian yang sistematis dan bisa dipertanggungjawabkan secara akademis," paparnya.

[br] Pemerintah sendiri, lanjutnya, telah menetapkan bahwa penguatan BRIDA ini harus dilakukan dengan prinsip “BRIDA KOMPAK” (Badan Riset dan Inovasi Daerah yang Kolaboratif, Optimis, Mandiri, Proaktif, Agile dan Kompetitif). Dia menambahkan, fokus BRIDA adalah sebagai pihak yang mampu memicu dan memacu kolaborasi dengan berbagai pihak/multi pihak yang telah ada di daerah sehingga mampu memunculkan banyak riset dan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah tersebut.

"Pihak yang paling potensial untuk dirangkul dalam pelaksanaan riset dan inovasi tersebut antara lain adalah kalangan akademisi, pihak industri swasta, serta berbagai pihak lain yang bisa diajak menjadi mitra pembangunan ekonomi daerah berbasis ekonomi kreatif," ucapnya.(BS07)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur
Lebih 10 Jam, Kebakaran Pabrik Sandal Swallow di Medan Deli Belum Padam
Masih Periksa Laporan Dugaan Perzinahan, Kodam 1 BB Tegaskan Tak “Cuekin” Afner Harahap
Resmikan SPKLU Pematangsiantar, Walikota Berharap jadi Solusi Percepatan Ekosistem Kendaraan Listrik
Diskon Tidak Diperpanjang, Ini Tarif Listrik Maret 2025
komentar
beritaTerbaru
hit tracker