Kamis, 21 Mei 2026
Pilkada Serentak

Seskab: Presiden Jokowi Minta Menteri Konsentrasi Pada Tugas

Kamis, 06 Oktober 2016 16:04 WIB
Seskab: Presiden Jokowi Minta Menteri Konsentrasi Pada Tugas
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat terbatas yang lalu dan juga dalam rapat paripurna telah menanyakan kepada menteri-menteri Kabinet Kerja, apakah ada yang akan berkampanye dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017, yang jadwalnya akan dimulai pada akhir bulan Oktober ini.

“Tapi pada waktu itu tidak ada yang berkampanye. Dan memang menteri diminta oleh presiden untuk konsentrasi pada tugasnya,” kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung kepada wartawan di kawasan Istana Presiden, Jakarta, Rabu (05/10/2016).

Seskab mengingatkan, bahwa  tanggung jawab  dan tugas menteri itu tidak ringan, dan mereka harus menyelesaikan persoalan yang ada. Apalagi dalam kabinet kerja ini kan tingkat kecepatan dari presiden yang begitu luar biasa sehingga dibutuhkan menteri yang siap.

“Maka sampai sekarang ini tidak ada satu menteri pun yang (mengajukan izin, red) berkampanye,” ungkap Pramono, seperti dilansir setkab.go.id.

Berarti kalau ada yang kampanye harus cuti? “Tidak ada yang berkampanye,” jawab Pramono.

Seskab menegaskan, ketentuan agar pejabat negara tidak ikut kampanye dalam Pilkada Serentak 2017 itu tidak hanya berlaku bagi para menteri Kabinet Kerja, tetapi juga para pimpinan lembaga pemerintah non kementerian lainnya.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024
Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov
Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR
MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker