Kamis, 28 Mei 2026

Tolak Penggusuran, Warga Ancam Tidur di Rel Kereta Api

Selasa, 25 November 2014 13:35 WIB
Tolak Penggusuran, Warga Ancam Tidur di Rel Kereta Api
Warga Jalan Timah, Medan menolak penggusuran. (A Chan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Ratusan warga Jalan Timah, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area, Kota Medan menolak penggusuran terhadap rumah dan pasar yang dilakukan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI), Selasa (25/11/2014).

Bahkan, 90 kepala keluarga yang tinggal di sana mengancam bila penggusuran tetap dilakukan, maka warga yang bermukim disana akan tidur di rel kereta api.

"Pak pikirkan nasib kami, jika kalian memang tetap menggusur, maka kami akan tidur di rel kereta api ini," ujar Marni disambut teriak warga lainnya.

Ia mengaku sudah berpuluh-puluh tahun tinggal disamping rel kereta api.

"Sudah puluhan tahun kami tinggal di sini dan setiap tahun kami bayar sama pihak PT KAI. Mana pertanggungjawaban kalian," ungkapnya.

Warga juga menilai pemerintah tidak mau tahu dengan nasib mereka jika diadakannya penggusuran.

"Mana kalian pemerintah, masa tidak mau tahu dengan nasib kami. Jika kalian mau menggusur, berikan kami tempat tinggal baru. Dimana kami akan tinggal dan uang Rp1,5 juta untuk penggusuran mana cukup buat kami," ungkapnya.

Pantauan di lokasi, terlihat polisi, TNI pihak PT KAI bersiap-siap untuk melakukan penggusuran. Namun, warga masih terlihat menghalangi penggusuran.

Seperti diketahui, PT KAI akan membuat jalur rel kereta api Bandara Kualanamu. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Tujuh Warga Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai, Meliana Sebagai Saksi
Pasca Kerusuhan di Tanjungbalai, Aparat Negara Minta Masyarakat Menahan Diri
Bentrok Warga di Tanjung Balai, Kapolri Pastikan Suasana Sudah Kondusif
Gara-gara Pagar, Ratusan Warga Serang Polres Tanah Karo
Gagal Curi Sepeda, Tiga Pria yang Suka Begadang Ini Digebuki Warga
Hadang Penggusuran, Ratusan Warga Munte Kabupaten Karo Padati Jalan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker