Selasa, 26 Mei 2026

Gara-gara Pagar, Ratusan Warga Serang Polres Tanah Karo

Jumat, 29 Juli 2016 23:52 WIB
Gara-gara Pagar, Ratusan Warga Serang Polres Tanah Karo
Beritasumut.com/BS08
Salah seorang warga menjadi korban saat warga Desa Lingga bentrok dengan polisi di Mapolres Tanah Karo
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Sedikitnya dikabarkan dua orang tewas dalam bentrok yang terjadi antara warga dan aparat kepolisian di Kabupaten Karo, Jumat (29/07/16). Kericuhan berawal dari pihak pengembang yang membongkar pagar yang sebelumnya dipasang oleh masyarakat Desa Lingga yang mengklaim bahwa jalan itu adalah jalan pemotongan menuju Desa Lingga.

Dengan menggunakan 1 unit alat berat, pihak pengembang mencoba melakukan pembongkaran pagar tepatnya di lahan Relokasi Mandiri Tahap II, Desa Lingga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.Mendengar hal itu, warga protes dan mengamuk, alat berat yang sejatinya untuk membongkar pagar dibakar oleh warga. Bahkan tenda pos polisi yang dibangun pengembang untuk menghalau bentrokan, tidak luput menjadi sasaran kemarahan warga dan ikut dibakar.

KBO Intel Polres Tanah Karo, Ipda Narno, mengatakan bahwa hingga malam ini, dirinya bersama anggota lainnya masih terus siaga."Hingga saat ini masih terus bersiaga, kalau korban memang benar ada, tetapi untuk jumlah pastinya belum tau," ungkapnya. "Bahkan barusan saja (sekira pukul 21.30 WIB), dikirim bantuan 5 personil dari tiap-tiap Polsek," sambungnya.

Baca Juga:

Pembongkaran pagar sebelumnya sempat berjalan lancar, namun sekira pukul 14.30 WIB, Sekdes Lingga yang bernama Lotta Sinulingga, memprotes tindakan yang dilakukan dan mengatakan bahwa ada pembiaran dari pihak kepolisian. Merasa kecewa, akhirnya masyarakat Desa Lingga yang berjumlah lebih kurang 150 orang melakukan pemblokiran jalan umum. Tepatnya di depan tenda Pos Polisi. Kondisi ini mengakibatkan jalan Kabanjahe Simpang Empat macet total.

Tidak berselang beberapa lama, warga yang sebelumnya melakukan pemblokiran jalan, kembali membuka jalan dan bersama-sama menuju ke lokasi pagar yang sudah dibongkar dan berencana akan melakukan pemagaran kembali.Jumlah massa yang melakukan protes terus bertambah, sedikitnya 400 orang yang berkumpul di lokasi pemagaran mencoba menuju ke arah tenda Pos Polisi yang dijaga sekitar 15 polisi, sembari mengancam polisi yang berjaga di tenda.

Baca Juga:

Merasa tidak mampu menghalau jumlah massa yang cukup banyak, personel polisi meminta bantuan aparat polisi dari Polres Karo.Warga semakin beringas tenda Pos Polisi dan alat berat dibakar oleh warga, beruntung pemadam kebakaran cepat datang guna memadamkan api.

Melihat massa yang semakin beringas, aparat kepolisian mengambil tindakan tegas dan mengamankan lima orang warga yang di duga menjadi provokator, untuk diperiksa dan dimintai keterangannya.Merasa tidak terima karena rekan-rekannya dibawa polisi, ratusan warga mencoba mendatangi Polres Karo.

Bentrok kembali terjadi, ratusan warga tersebut mencoba melempari markas Polres dengan menggunakan batu, dan dibalas dengan tembakan peringatan dan gas air mata dari aparat polisi. Massa berhasil dibubarkan, tapi diketahui ada yang meninggal dunia dari pihak warga. Sementara itu aparat polisi masih melakukan identifikasi terhadap mayat tersebut.Informasi yang didapat, sampai pukul 21.00 Wib, warga masih menyerang Polres Karo dan merembet ke Kantor DPRD Karo.(BS08)

Tags
beritaTerkait
Bupati Deli Serdang Serahkan Penghargaan Pemenang Lomba Lingkungan Hidup
Pemprov Sumut Prioritaskan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Pantai Timur
Dinas TRTB Medan Bongkar Pagar Tembok Penutup Jalan Kawat I
Dinas TRTB Medan Bongkar Pagar dan Rumah
Dispora Sumut Gelar Pelatihan Pengembangan Kepemimpinan Pemuda
Kabupaten dan Kota Diimbau Bijak Keluarkan Izin Pengembangan Lahan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker