Minggu, 31 Mei 2026

4.134 Siswa Belum Cairkan KIP, Kemendikbud Percepat Pencairan di Kabupaten Asahan

Minggu, 07 Mei 2017 09:30 WIB
4.134 Siswa Belum Cairkan KIP, Kemendikbud Percepat Pencairan di Kabupaten Asahan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Ditjen Dikdasmen), terus melakukan percepatan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Bulan Mei 2017 ini pencairan dana manfaat PIP dilakukan secara serentak dalam dua gelombang di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia, salah satunya Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
 
Di Kabupaten Asahan terdapat 4.134 siswa yang belum mendapatkan haknya menerima dana manfaat PIP, karena itu Pemerintah Kabupaten Asahan sangat mengapresiasi upaya Kemendikbud melakukan percepatan pencairan ini.
 
“Pak Mendikbud menyampaikan pesan bahwa program ini perlu dikawal secara khusus karena merupakan program prioritas Pak Jokowi,” ujar Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan, Alpha Amirrachman dilansir dari laman resmi kemdikbud.go.id, Minggu (05/05/2017).
 
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan, Herlis mengatakan dana manfaat PIP harus diterima secara utuh oleh siswa. "Tidak boleh ada pemotongan, baik oleh pihak sekolah maupun orang tua,” tegas Herlis di SDN 01 Tinggi Raja.
 
Ia berharap, distribusi Kartu Indonesia Pintar dapat berjalan lebih baik lagi. “Mungkin akan lebih memudahkan jika pada KIP dicantumkan jenjang atau nama satuan pendidikan untuk anak yang sudah sekolah sehingga Unit Pelaksana Teknis Daerah dapat turut membantu,” ujarnya.
 
Sementara tokoh masyarakat Kabupaten Asahan, Rohmansyah berharap anak-anak dari keluarga tidak mampu di wilayahnya yang belum mendapatkan KIP pada tahun lalu agar dapat menerimanya untuk 2017 ini.“Kami berharap pendataan dapat lebih akurat untuk ke depan, sehingga seluruh anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan manfaat dari program ini,” ujarnya.
 
Program Indonesia Pintar tidak hanya ditujukan untuk anak-anak yang sudah sekolah, namun juga untuk anak-anak putus sekolah agar mereka kembali ke sekolah atau melanjutkan ke pendidikan kesetaraan atau kursus untuk menambah bekal pengetahuan dan keterampilan. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Legimin Raharjo dan Iksan Chan Motivasi Pemain Muda Akademi Sekolah Sepak Bola
Dari Budaya ke Kelas, Penguatan Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Merdeka di Sumatera Utara
Dimanja AI, Daya Juang Belajar Siswa di Sumatera Utara Perlu Dibangkitkan
BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Manfaat Jaminan Kematian & Beasiswa kepada 16 Ahli Waris P3K Paruh Waktu
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting
Polisi Bekuk Pelaku Tunggal Pembunuh Mahasiswa UMA di Patumbak Dijerat Pasal Berlapis dan Berat
komentar
beritaTerbaru
hit tracker