Pendidikan

Kemenpora-BNPT Latih Ribuan Pemuda Jadi Agen Anti Radikalisme



Kemenpora-BNPT Latih Ribuan Pemuda Jadi Agen Anti Radikalisme
BERITASUMUT.COM/IST

Beritasumut.com - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri sejak Kamis (12/08/2021) hingga Jumat (20/08/2021) lalu telah mengamankan 58 terduga teroris dari 12 provinsi. Mereka yang diamankan merupakan terduga teroris yang berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Selain mengamankan para terduga teroris, Densus 88 juga menyita 1.540 kotak amal yang diduga sebagai wadah penggalangan dana terorisme.

Menyikapi hal tersebut, Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Faisal Abdullah, mengatakan bahwa terorisme yang terjadi berawal dari pemahaman radikalisme yang kerap menyasar generasi muda untuk dijadikan target rekrutmen anggota teroris. “Pemuda punya semangat juang tinggi, idealis, dan cenderung radikal dalam memperjuangkan sesuatu yang diyakini. Potensi inilah yang dimanfaatkan untuk direkrut menjadi agen teroris yang terjadi selama ini, bahkan dimasa yang akan datang terus seperti itu,” ujarnya melalui siaran pers, Senin (23/08/2021).

Faisal mengungkapkan, tahun ini Kemenpora telah menandatangani kesepakatan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk melakukan pembinaan terhadap pemuda untuk menjadi agen-agen anti radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat. “Kita sudah tandatangan dengan BNPT untuk melakukan pembinaan kepada generasi muda, agar mereka bisa menjadi early warning di lingkungannya masing-masing ketika ada indikasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme ataupun potensi-potensi yang mengarah pada tindakan terorisme,” terangnya.

Baca Juga : Pro Aktif Tangkal Radikalisme dan Terorisme, USU Tandatangani MoU dengan BNPT dan PTPN

Terpisah, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Hendri Paruhuman Lubis, turut mengapresiasi langkah yang dilakukan Kemenpora dalam mengantisipasi penyebaran paham radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat. “Anak-anak muda ini sangat potensial dijadikan target rekrutmen untuk menjadi anggota, jika diberikan pemahaman yang benar, wawasan kebangsaan, akan menjadi tameng untuk menangkal berbagai paham radikalisme dan terorisme yang berkembang di masyarakat,” ujarnya.


Tag: