Jumat, 17 Juli 2026

Pemkab Asahan Gelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme

Sabtu, 12 Juni 2021 22:00 WIB
Pemkab Asahan Gelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) bekerjasama dengan Kesbangpol Kabupaten Asahan menggelar Sosialisasi Pencegahan Bahaya Radikalisme dan Terorisme Tahun 2021 di Aula Kesbangpol Kabupaten Asahan.

Kepala Badan Kesbangpol Provsu yang diwakili oleh Kepala Bidang Penanganan Konflik dan Kewaspadaan Nasional Provinsi Sumut Budianto Tambunan SE MSi mengatakan masalah terorisme di Indonesia masih merupakan persoalan yang serius walaupun sudah banyak pelaku teror yang berhasil ditangkap dan diproses hukum, serta sel-sel dan jaringan teroris yang dihancurkan.

Baca Juga : Bupati Asahan Bersama Ketua PT Medan Resmikan Gedung Sidang Anak PN Kisaran Kelas 1 B

Akan tetapi, lanjutnya, eskalasi konflik dibeberapa negara, khususnya di wilayah Timur Tengah yang menunjukkan tanda-tanda mereda, maka potensi radikalisme dan munculnya aksi-aksi terorisme dikhawatirkan akan terus ada karena jaringan teroris selalu menyebarkan jaringannya keseluruh dunia termasuk Indonesia.

Dia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini kita memahami hakikat dan bahaya dari paham radikalisme dan terorisme dan kita dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengantisipasi dan menanggulanginya.“Dan kepada peserta sosialisasi saya berharap untuk mengikuti seluruh rangkaian acara dan menyimak materi yang disampaikan dengan seksama,” ujarnya dilansir dari laman asahankab.go.id, Sabtu (12/06/2021).

[br] Sementara Bupati Asahan pada bimbingan dan arahannya yang disampaikan oleh Staf Ahli Bupati Asahan Edi Sukmana SH MSi mengatakan, dalam menangkal radikalisme yaitu mosi tidak percaya dan meragukan pancasila sebagai dasar negara, dan mengkritis Pemerintah bahkan menentangnya dan menyerang tokoh nasional.

Baca Juga:

"Ada beberapa faktor pendorong yang membuat generasi muda terpengaruh radikalisme, yaitu merasa jiwanya kosong, adanya idelogi yang dianggap tepat (instan), kecewa kepada Pemerintah/Negara, adanya kelompok dengan ideologi radikal terorisme dan pengaruh orang terdekat," terangnya.

Edi berharap acara sosialisasi ini dapat terus berlanjut agar terbina pemahaman yang kuat pada pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia."Untuk itu diharapkan kepada OPD terkait yang memiliki tupoksi terkait pencegahan radikalisme dan terorisme agar terus meningkatkan kinerja serta tidak lelah dan bosan menjalankan tugasnya," jelasnya.

Bertindak sebagai narasumber, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Asahan Harry Naldo Tambunan, materi peran Pemkab Asahan dalam menangkal radikalisme, terorisme dan paham yang bertentangan dengan pancasila, Ketua Institut For Culture and Radikalism Studies Dr Zulkarnain Nasution MA, materi peran dalam menangkal radikalisme dan terorisme dan Ikhwan Ustadz Zumiran, materi mencintai NKRI dengan sepenuh hati yang diikuti oleh para mahasiswa di Kabupaten Asahan.(BS09)


Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
Komunitas Peduli Seniman Sumut Kutuk Teror Kepala Babi dan Bangkai Tikus ke Jurnalis Tempo
Hari Jadi ke-79 Asahan, Wagub Sumut Ajak Masyarakat Asahan Terus Berkolaborasi Membangun Daerah
Pengelola Lapak Judi dan Sabung Ayam Teror dan Serang Panti Asuhan YPPK di Desa Helvetia
Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov
 Presiden Prabowo Resmikan PLTA Asahan 3, Pj Gubernur Sebut Sumut Berpeluang Jadi Pusat Sumber Energi Terbarukan Indonesia
Lanud Sultan Hasanuddin Bersama BNPT Gelar Sosialisasi Perkembangan dan Antisipasi Tindak Pidana Terorisme
komentar
beritaTerbaru
hit tracker