Selasa, 19 Mei 2026

Diprotes Soal Air Berlumpur, PDAM Tirtanadi Malah Minta Rp2,4 Triliun

Selasa, 16 Desember 2014 15:34 WIB
Diprotes Soal Air Berlumpur, PDAM Tirtanadi Malah Minta Rp2,4 Triliun
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) hingga saat ini masih dikeluhkan terutama soal kualitas air yang menjadi produk utama mereka.

Inilah yang mengemuka saat perusahaan plat merah milik Pemprov Sumut itu menghadiri pertemuan dengan Komisi C DPRD Medan dalam rapat dengan pendapat terkait permasalahan saluran air PDAM Tirtanadi di ruang rapat Komisi C DPRD Medan, Selasa (16/12/2014).

Namun, bukan jawaban yang bisa memuaskan anggota DPRD Medan, Kepala Divisi Operasional Medan I Zulkifli Lubis malah melontarkan pernyataan PDAM Tirtanadi butuh anggaran Rp2,4 triliun jika ingin bisa melayani operasional Kota Medan.

"Terus terang, untuk bisa memenuhi pelayanan dengan baik PDAM Tirtanadi butuh anggaran sekitar Rp2,4 triliun," jelasnya dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi C DPRD Medan Salman Alfarisi serta dihadiri sejumlah anggota DPRD Medan diantaranya Rajuddin Sagala, GE Lubis, Tengku Eswin, Kuat Surbakti, Boydo HK Panjaitan, Hendra DS, Herri Zulkarnain dan Zulkifli Lubis.

Diungkapkannya, anggaran tersebut nantinya bisa digunakan untuk membangun reservoir-reservoir untuk mensuplai debit air kepada masyarakat.

"Jadi dengan anggaran yang ada nantinya kita akan membangun reservoir-reservoir," ungkapnya.

Untuk itulah, PDAM Tirtanadi butuh investasi besar-besaran.

"Jadi kita perlu investasi besar-besaran, kita juga butuh infrastruktur yang baik ," jelasnya.

Dijelaskannya, untuk memenuhi pelanggan di Kota Medan dengan baik PDAM Tirtanadi butuh kapasitas air yang sangat baik.

"Kapasitas yang kita butuhkan jika ingin melayani masyarakat dengan baik adalah sekitar 3.000 hingga 5.000 liter/detik," jelasnya.

Saat ini katanya, PDAM Tirtanadi di Kota Medan memiliki 410 ribu pelanggan itu tercampur dengan konsumen yang berada di perbatasan Medan Deliserdang seperti daerah Cemara, Delitua dan Denai.

"Jadi kalau diperkirakan di Deliserdang ada sekitar 40 ribu pelanggan, kalau diperkirakan pelanggan di Kota Medan sekitar 310 ribu pelanggan," jelasnya.

Dalam rapat tersebut, anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS Rajuddin Sagala memprotes buruknya air Tirtanadi, ia membawa sampel air lumpur Tirtanadi di kemasan air Mineral satu liter.

"Ini buktinya, ini sampel air yang saya tampung tadi pagi di kawasan Karang Berombak, Medan," jelasnya.

Kondisi ini sudah sangat memprihatikan dan berlangsung berbulan-bulan.

"Jadi mohon perhatiannya, ini sudah berlangsung berbulan-bulan," jelasnya.

Protes serupa juga disampaikan Anggota DPRD Medan Herry Zulkarnain Hutajulu, yang mengaku air PDAM Tirtanadi di rumahnya berlumpur dan mengakibatkanb gatal-gatal.

"Ini sudah sangat memprihatinkan, kami dibuat gatal-gatal," jelasnya.

Herry meminta dengan pelayanan yang buruk dari PDAM Tirtanadi warga sebaiknya tidak usah membayar.

"Jadi kalau pelayanannya tak baik bagusnya warga tak usah membayar, PDAM Tirtanadi harusnya profesional jangan enaknya sendiri," jelasnya.

Terkait protes ini, Zulkifli Lubis mengatakan kotornya air PDAM Tirtanadi diakibatkan oleh sendimentasi kotoran di pipa saluran air.

"Jadi kami memiliki dua juta kilometer saluran pipa dan ada 10 kebocoran tiap hari," jelasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Dengan Aplikasi DOKU, Sekarang Bayar Air Hanya Lewat Genggaman
Pemprov Sumut dan PDAM Tirtanadi Gelar Donor Darah
Air PDAM Tirtanadi Keruh
Panel IPA Sunggal PDAM Tirtanadi Terbakar
DPRD Sumut Minta Dirut PDAM Tirtanadi Tidak Sekadar Mimpi
Kejati Sumut Selidiki Dugaan Korupsi Pengerjaan IPA PDAM Tirtanadi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker