Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Batam, (beritasumut.com) – Menteri Dalam Negeri diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Saut Situmorang membuka Rapat Kerja Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (Raker Komwil I Apeksi) di Hotel Harmoni One, Batam, Kamis (17/4/2014).
Melalui raker ini diharapkan dapat meningkatkan kerjasama antar daerah dan menghasilkan program kerja yang sinergis. Hal ini penting guna menghadapi era globalisasi ekonomi saat ini seperti pemberlakukan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.
Dihadapan 24 Walikota yang tergabung dalam Komwil I Apeksi Wilayah Sumatera termasuk Pelaksana Tugas Walikota Medan T Dzulmi Eldin S selaku Ketua Komwil I Apeksi, Saut mengatakan, Mendagri sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas digelarnya raker ini. Sebab, raker ini mengusung tema “Mengoptimalkan Manfaat dan Meminimalkan Ancaman Terhadap Perlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015”.
Dikatakan Saut, Mendagri menilai tema yang dibawakan ini sangat relevan dan persepektif dengan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan diberlakukan Tahun 2015. Untuk itu berbagai topik akan dibahas guna menghadapi AEC 2015 tersebut. Untuk itu semua yang menjadi faktor-faktor ancaman harus diminimalisir, sehingga kehadiran AEC mendatangkan keuntungan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat masing-masing kota di Indonesia.
“Yang bisa menjadi faktor-faktor menimbulkan ancaman dan ketidaknyamanan harus diminimalisir. Contohnya perda-perda yang sudah lama dan tidak relevan lagi serta sifatnya cenderung untuk mempersulit harus direvisi. Lalu kapasitas birokrasi dalam memberikan pelayanan harus ditingkatkan, termasuk peningkatan kemampuan SDM. Di samping itu perlu dilakukannya peningkatan kerjasama antar daerah,” kata Saut.
Menurut Saut, bisa jadi dalam perkembangan AEC 2015, satu kabupaten atau kota dinilai skalanya terlalu kecil untuk dilakukan investasi karena dianggap belum memenuhi skala ekonomi. Oleh karenanya dengan dilakukannya kerjasama antar daerah, maka pihak investor melihatnya sangat prospektif. Untuk itu dia mengatakan, Mendagri cenderung menggarisbawahi AEC 2015 lebih pada peluang ketimbang ancaman.
Sementara itu Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S dalam sambutannya mengatakan Apeksi hadir sebagai bentuk kesadaran bahwa kepentingan masing-masing pemerintah kota berbeda, baik bobot, kewenangan maupun karakteristik wilayahnya. Atas dasar itulah, jalinan kerjasama yang baik akan meningkatkan kemampuan kompetitif masing-masing daerah, terutama dalam menghadapi era globalisasi ekomoni seperti AEC 2015, ACFTA dan AFTA.
“Untuk itu kita harus mampu menciptakanprogram kerja sinergis yang dapat diterapkan secara bersama-sama pada masing-masing daerah. Kita harus mampu beraktualisasi secara nyata dan proporsional dalam melakukan pengkajian pemerintahan serta memberikan saran pengembangan dan perbaikan dalam pelaksanaan pemerintahan. Saya yakin hal itu akan menjadi modal yang sangat berharga dalam upaya memantapkan pelaksanaan otonomi daerah pada masa yang akan datang,” ungkap Eldin.
Oleh karenanya Eldin mengajak semua yang hadir mengikuti raker ini agar dapat memanfaatkan forum ini untuk saling bertukar saran, masukan serta pengalaman yang membangun dengan semangat baru, kesadaran baru dan optimism guna mewujudkan kerjasama antar daerah yang semakin nyata, koordinatif dan dapat sepenuhnya diimplementasikan dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Eksekutif Apeksi Sarimun Hadisaputra mengungkapkan, raker ini merupakan rapat rutin bertujuan untuk menemukan informasi pengalaman dan berharap mendapat masukan dalam rangka peningkatakan kinerja pemerintah kota. Kegiatan APEKSI bukan hanya berkumpul, salah satu tugas utamanya bagaimana mengadopsi semua peraturan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Dalam mengambil setiap kebijakan, Apeksi diundang untuk memberikan masukan agar implementasinya berjalan dengan sebaik-baiknya.
Usai dibuka, Raker Komwil I Apeksi diisi dengan diskusi panel. Dilanjutkan dengan sidang pleno untuk menghasilkan program kerja 2014 dan rekomendasi yang akan dibawa ke Rakernas Apeksi di Kota Dumai. Setelah itu petang harinya dilanjutkan dengan pawai budaya yang diikuti para walikota bersama istri mengenakan pakaian adat budaya masing-masing daerah.
Plt Walikota Medan T Dzulmi Eldin S dan istri Rita Maharani bersama sejumlah pimpinan SKPD dan camat tampak mengenakan pakaian Melayu hijau dengan mengenakan peci dan sarung kuning. Pawai budaya ini start di simpang Mc Donald Nagoya dan finish di depan Hotel Nagoya Plaza. Meski diguyur hujan namun iring-iringan pawai yang diikuti para delegasi tim kesenian masing-masing daerah, pelajar Kota Batam dan drum band dari sejumlah sekolah di Batam tetap berjalan.
Malam harinya acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam di Hotel Harmoni One Batam. Dilanjutkan dengan pengesahan program kerja 2014 dan rekomendasi untuk dibawa ke Rakernas Apeksi di Kota Dumai. Lalu diteruskan dengan penandatanganan MoU antara Pemko Medan dan Pemko Batam yang diantaranya menyangkut kerjasama di bidang pariwisata, ekonomi, pertanian, UMKM serta kelautan. Acara diakhiri dengan penutupan raker dan penyerahan cinderamata.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar