Suara di Balik Kemudi, Inovasi yang Menjaga Nadi Energi
beritasumut.com Hening malam waktunya istirahat bagi setiap orang. Namun kondisi dinginnya malam menjadi teman yang mengiringi perjalanan p
Sosok
beritasumut.com - Puluhan pelaku usaha terlihat begitu antusias mengikuti Seminar Nasional bertajuk Digitalisasi untuk UMKM naik kelas yang digelar dalam rangka Sarasehan UMKM Komwil I Apeksi, di GOR Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Selasa (21/11/2023).
Dalam Seminar Nasional Sarasehan UMKM Komwil I Apeksi yang telah berlangsung sejak kemarin ini, hadir Wali Kota Medan Bobby Nasution diwakili Kabag Hakda, Lilik, Pj Wali Kota Lhokseumawe, Imran, diwakili Kadis Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM Lhokseumawe, Muhammad Rizal dan sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Usai narasumber yang dihadirkan diantaranya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Lhokseumawe, Gunawan menyampaikan paparannya sejumlah pertanyaan langsung diajukan pelaku usaha yang mengikuti seminar yang berlangsung dari kemarin.
Anisa, seorang pelaku usaha yang bergerak di bidang Coffee Shop saat mengajukan pertanyaan mengatakan bagaimana komitmen Bank Indonesia dalam membantu pelaku UMKM di Indonesia. "Selain itu apakah Bank Indonesia bisa menjadi mediator dan fasilitator ekspor produk UMKM skala kecil," tanya Anisa.
Selain itu, pelaku usaha lainnya, Liza, menyampaikan pertanyaan terkait bagaimana pelaku usaha yang awal merintis sebagai pelaku usaha personal menjadi korporasi atau badan Usaha. "Apakah di Kota Lhokseumawe memiliki sistem seperti ini," ungkap Liza.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kota Lhokseumawe, Gunawan mengungkapkan terkait korporasi di kota Lhokseumawe, di tahap awalnya kita harus dapat memastikan bagaimana suatu produk UMKM itu memberikan nilai tambah.
"Seperti contoh Bank Indonesia memiliki binaan usaha Bordir tas dan ecoprint. Mereka bisa dikolaborasikan menjadi produk yang memiliki nilai tambah," sebutnya.
[br]Sebelum berakhirnya Seminar Nasional Sarasehan UMKM Komwil I Apeksi, Kabag Hakda, Lilik dalam sambutan singkatnya mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti seminar ini selama dua hari.
"Kami mewakili Sekretariat Komwil I Apeksi menilai cukup luar biasa pelaku usaha yang mengikuti seminar nasional ini guna kemajuan daerah dan peningkatan perekonomian melalui UMKM. Tujuannya digelarnya pertemuan ini adalah salah satu upaya percepatan otonomi daerah dalam rangka menciptakan kondusifitas bagaimana daerah mampu untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya," sebut Kabag Hakda.
Seminar Nasional Saresehan UMKM Komwil I Apeksi ini ditutup dengan penyerahan cenderamata dan hadiah kepada pelaku usaha yang mengajukan pertanyaan.(BS07)
beritasumut.com Hening malam waktunya istirahat bagi setiap orang. Namun kondisi dinginnya malam menjadi teman yang mengiringi perjalanan p
Sosok
beritasumut.com Memenuhi tren kebutuhan ruang kerja modern yang mengutamakan keseimbangan antara produktivitas dan kualitas hidup (worklif
Ekonomi
Australia U19 keluar sebagai juara Piala AFF U19 2026 setelah menaklukkan Thailand dengan skor 20 pada laga final di Stadion Utama Sumate
Berita
Cahaya lilin perdamaian menerangi Lapangan Benteng Medan pada perayaan Waisak 2570 BE/2026, Sabtu malam (13/6/26).
Peristiwa
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pengawasan dan penertiban aktivitas tambang ilegal dengan mengga
Politik & Pemerintahan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan tenaga kerja masa depan d
Politik & Pemerintahan
Judi terbesar di Jalan Tengku Fachrudin, Desa Tanjung Garbus I, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, Selasa (9/6/2026).
Berita
Maraknya judi ketangkasan tembak ikan logo "AB" di wilayah Kecamatan Hamparan Perak, menuai sorotan tajam. Dalam hal ini, Polsek Hamparan Pe
Peristiwa
Satu pekan setelah isu Diskotik Krypton di Jalan Gajah Mada mencuat kembali, tekanan dari masyarakat semakin memuncak. Warga Kelurahan Babur
Peristiwa
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa tata kelola yang kuat menjadi fondasi peningkatan kualitas layanan ketenagakerjaan. Kar
Ekonomi