Rabu, 13 Mei 2026

Tarif Urus NIK dan NKK Rp700 Ribu, Warga Terhambat Jadi Pemilih

Jumat, 15 November 2013 19:20 WIB
Tarif Urus NIK dan NKK Rp700 Ribu, Warga Terhambat Jadi Pemilih
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pengecekan langsung proses pemberian Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK) di Kota Medan menguak adanya indikasi korupsi dalam pengurusan dokumen kewarganegaraan tersebut. 

Hal ini terungkap dari pengakuan beberapa warga yang terdata sebagai pemilih invalid (belum miliki NIK dan NKK) saat Anggota KPU RI Hadar Nafis Gumay serta KPU Sumut dan Medan melakukan pemeriksaan secara acak di Kecamatan Medan Petisah, Jumat (15/11/2013).

"Mau mengurusnya kami diminta Rp600 ribu sampai Rp700 ribu, kami bilang nggak sanggup," ujar seorang warga Jalan Periuk, Gang Saordot No 4B, Kelurahan Sei Putih Tengah, Deliana Hutagaol.

Deliana mengaku saat ini terdapat tiga orang pemilih di rumahnya yakni ia sendiri, suaminya dan anak mereka yang sudah berumur 17 tahun. Mereka hanya pasrah jika tidak terdaftar dalam DPT karena belum memiliki NIK dan NKK.

"Rugi sebenarnya kami nggak bisa memberi suara, tapi gimana lagi," ujarnya.

Ia bahkan menceritakan pengalamannya pada Pemilu Presiden Tahun 2009 lalu. Saat itu, ia memilih dengan menggunakan C6 orang lain karena ingin mencoblos namun tidak mendapatkan undangan memilih.

"Kalau dulu ada yang orangnya kosong, dikasih sama saya ya pakai itu saya datang mencoblos, karena sayang saya rasa suara itu," ungkapnya.

Temuan seperti ini menurut Anggota KPU RI Hadar Nafis Gumay sudah diperkirakan sebelumnya. Namun ia enggan mengomentari mengenai tarif yang memberatkan warga tersebut.

"Kalau soal tarif itu saya tidak perlu komentari, namun kondisi ini segera jadi bahan evaluasi bagi kami untuk dibicarakan antar lembaga di pusat, dan daerah tentunya," pungkasnya. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Tujuh Warga Ditetapkan Sebagai Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai, Meliana Sebagai Saksi
Pasca Kerusuhan di Tanjungbalai, Aparat Negara Minta Masyarakat Menahan Diri
Bentrok Warga di Tanjung Balai, Kapolri Pastikan Suasana Sudah Kondusif
Gara-gara Pagar, Ratusan Warga Serang Polres Tanah Karo
Gagal Curi Sepeda, Tiga Pria yang Suka Begadang Ini Digebuki Warga
Menipu di Binjai, Warga Sunggal Babak Belur Dihajar Warga
komentar
beritaTerbaru
hit tracker