Selasa, 21 April 2026

Hapus Stigma Negatif, Gabsi Sumut Garap Mahasiswa UISU

Minggu, 06 Desember 2015 21:29 WIB
Hapus Stigma Negatif, Gabsi Sumut Garap Mahasiswa UISU
Syawal Rifai
Sosialisasi bridge.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Pengurus Provinsi (Pengprov) Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Sumatera Utara (Sumut) menggelar pelatihan dan mensosialisasikan cabang olahraga bridge kepada mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), di Aula Fakultas Hukum UISU, Medan, Sabtu (5/12/2015) sore.

Ketua Gabsi Sumut Rudy Rudolf menyebutkan, kegiatan tersebut menjadi wahana untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap permainan kartu sekaligus menjadi momentum mensosialisasikan cabang olehraga (Cabor) bridge kepada mahasiswa.

Sejauh ini masyarakat masih banyak yang menganggap permainan kartu adalah sebuah judi. Padahal tidak semua permainan kartu itu konotasinya negatif. Bahkan permainan kartu seperti bridge menjadi sebuah olahraga yang menarik untuk dikompetisikan, sebagaimana catur. Sebagai upaya pengenalan lebih jauh mengenai bridge, salah satunya dengan pelatihan permainan kartu.

"Selain itu, kini bridge sudah merambah ke sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya pembinaan," ujar Rudy.

Lebih lanjut Rudy menyampaikan, bridge merupakan olahraga merakyat seperti halnya catur. Namun bedanya bridge ini dimainkan berpasangan.

"Kegiatan ini diharapkan bisa membangkitkan klub-klub dalam memunculkan bibit-bibit atlet muda. Jangan sampai setiap ada kejuaraan atau even, yang main hanya itu-itu saja," terangnya.

Pada kesempatan itu, dia juga menjelaskan perkembangan olahraga brigde di Sumut masih kurang memuaskan. Hal ini disebabkan karena lemahnya sosialisasi dalam memanfaatkan bridge. Belum lagi subtansi dalam menginterpretasikan bridge kerap melenceng. Banyak anggapan yang timbul di masyarakat, bahwa olahraga ini identik dengan permainan judi karena penggunaan sarana kartu tersebut.

Bukan hanya itu, dari kalangan pecinta olahraga pun sering timbul anggapan bahwa bridge tak lebih dari sekadar permainan, bukan olahraga. Bahkan, para siswa maupun mahasiswa yang sedianya menjadi target bibit pemain bridge andal kadang menganggap olahraga ini terkesan kuno dan hanya pantas dimainkan bagi kaum orangtua.

Anggapan subyektif lainnya datang dari kalangan pendidik yang menyatakan olahraga ini sama sekali tidak mendidik. Semua itu terakumulasi dan merupakan beban besar bagi bridge untuk menanjak dan bersosialisasi di Sumut.

"Sebenarnya brigde sudah menjadi program Diknas dalam meningkatkan kecerdasan. Bahkan di beberapa negara brigde sudah masuk pelajaran wajib bagi anak-anak sekolah dasar sampai universitas," ujarnya.

Acara pelatihan dihadiri Sekretaris Umum Gabsi dr Ahadin, PR III UISU Prof Effendy Barus, Ketua Harian Gabsi Sumut Perwira Lubis dan pengurus lainnya.

"Kita juga melobi universitas lainnya sebagai upaya mengembangkan olahraga bridge," pungkasnya. (BS-030)

Tags
beritaTerkait
Syaiful Bahri:Jujitsu Sumut Akan Bergabung dengan KONI
Besok, IJI Sumut Akan Buka Dua Dojo Di UISU
KAHMI dan Forhati Diajak Ikut Mengubah Stigma Negatif Sumut
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrok UISU
Jangan Ada Lagi Stigma Negatif Terhadap Aparatur
Dubes AS Jangan Bangun Stigma Negatif
komentar
beritaTerbaru
hit tracker