Selasa, 21 April 2026

Jangan Ada Lagi Stigma Negatif Terhadap Aparatur

Jumat, 15 Mei 2015 22:30 WIB
Jangan Ada Lagi Stigma Negatif Terhadap Aparatur
Istimewa
Walikota Medan Dzulmi Eldin pada pembinaan mental spiritual di Aula Kecamatan Medan Area.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Camat, lurah, kepala lingkungan (Kepling) serta seluruh pegawai di Kecamatan Medan Area mengikuti pembinaan mental spiritual di Aula Kecamatan Medan Area, Jalan Rahmadsyah, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Jumat (15/5/2015).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka membangun sekaligus memperkuat karakter dan watak sekaligus etos kerja yang harus dimiliki, guna menjalankan  amanah dan kepercayaan masyarakat dengan penuh kesadaran, bersemangat dan bertanggungjawab.

Walikota Medan Dzulmi Eldin yang menghadiri acara pembinaan mental mengatakan, camat, lurah maupun kepling memiliki posisi dan fungsi yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu mereka dituntut menjadi komunikator sekaligus fasilitator penerapan kebijakan-kebijakan dan program pembangunan, terutama yang bersentuhan langsung kepada masyarakat sampai  tingkat keluarga.

"Kita semua adalah pelayan masyarakat. Semua yang kita kerjakan harus dipahami sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sangat penting, sebab kita masing sering mendengar keluhan dari masyarakat terkait pelayanan yang diberikan baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan jauh lebih berbelit-belit, lebih lama dan jadi lebih mahal dari sebenarnya," kata Walikota.

Untuk mengantisipasi masalah inilah, Walikota mengungkapkan Pemko Medan berupaya meningkatkan fasilitas di kantor kelurahan maupun kecamatan berupa sarana serta prasarana pelayanan didukung dengan teknologi yang baik.

"Saya minta agar sarana didukung teknologi ini dimanfaatkan seoptimal mungkin mendukung pelayanan. Jangan hanya jadi tontonan dan dipergunakan untuk keperluan lain yang tidak menyangkut dengan pelayanan kepada masyarakat," tegasnya.

Selain itu tegas Walikota lagi, aparatur kelurahan maupun kecamatan jangan ada yang gagap teknologi (Gaptek). Semua harus terus meningkatkan kemampuan mengupdate informasi dan teknologi. Sebab, saat ini bekerja di kota metropolitan baru dan di era informasi terbuka, di mana masyarakatnya tidak segan-segan berpendapat baik secara langsung maupun melalui media sosial yang bisa diakses seluruh masyarakat.

Kemudian Walikota mengingatkan, dirinya tidak ingin ada stigma negatif dari masyarakat terhadap kinerja aparatur kelurahan dan kecamatan. Atas dasar itulah dia berharap, pembinaan mental yang dilakukan ini akan berimbas dengan perubahan sikap dan kinerja yang lebih baik lagi. Jangan sampai kegiatan ini hanya seremonial dan hanya berpindah-pindah dari kecamatan satu kecamatan lainnya.

"Saya inginkan pembinaan mental yang dilakukan ini  menghasilkan output dan outcome bagi kita semua dengan wujud peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kembali saya tegaskan, kita ini merupakan pelayan masyarakat bukan dilayani masyarakat. Jadi berilah pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat," tegasnya.

Di samping itu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, mantan Sekda Kota Medan ini minta melaksanakannya dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Semua integritas dan dedikasi itu turut menentukan kesuksesan pembangunan kota. Tidak hanya itu, pengabdian yang          dilakukan merupakan ladang amal dan dibalas Allah SWT dengan memberikan keberkahan sekaligus kehormatan baik itu kepada diri sendiri, istri maupun anak serta keluarga.

Walikota percaya dengan mental spiritual yang sehat, terdidik dan terlatih, serta kepatuhan terhadap regulasi yang ada, pribadi, disiplin dan religius akan dapat membawa semua untuk bekerja dan menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya di tengah masyarakat.

"Bukan karena takut dicopot dari jabatan, tetapi takut kepada Allah SWT yang melihat semua apa yang kita lakukan," pesannya.

Selain camat, lurah, kepling dan pegawai di Kecamatan Medan Area, acara pembinaan mental ini juga turut sejumlah pimpinan SKPD diantaranya Asisten Pemerintahan Erwin Lubis, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan, Kaban Balitbang Hasan Basri, dihadiri Danramil 04 Medan Kota Mayor Setia Budi, Kabag Agama dan Pendidikan Ilyas, tokoh masyarakat, tokoh agama serta ibu-ibu pengajian se-Kecamatan Medan Area.         

Camat Medan Area M Ali Sipahutar mengatakan, sangat menyambut baik digelarnya kegiatan bina mental ini. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada seluruh apratur di Kecamatan Medan Area, termasuk lebih memotivasi untuk bekerja lebih baik lagi di tengah masyarakat.

"Saya beserta seluruh jajaran se-Kecamatan Medan Area siap menjalankan apa yang diinginkan Bapak Walikota untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya, sehingga masyarakat benar-benar merasa terlayani. Dengan demikian masyarakat dengan sukarela akan mendukung dan berpartisipasi mendukung penuh seluruh program pembangunan," jelas Ali.

Acara pembinaan mental ini diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustadz Nasib Selmi. Setelah itu Walikota bersialturahmi dengan seluruh apratur se-Kecamatan Medan Area, serta ibu-ibu pengajian. Pembinaan mental ini akan terus dilakukan secara berkala ke seluruh kecamatan, guna memberikan pencerahan dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
KAHMI dan Forhati Diajak Ikut Mengubah Stigma Negatif Sumut
Hapus Stigma Negatif, Gabsi Sumut Garap Mahasiswa UISU
Plt Gubernur Sumut Harapkan Desa di Sumut Jadi Contoh Teladan dalam Pemanfaatan Dana Desa
Pemkab Palas Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Penyelenggaraan Aparatur Kecamatan
Dubes AS Jangan Bangun Stigma Negatif
Walikota Medan: Aparatur Jangan Sakiti Masyarakat!
komentar
beritaTerbaru
hit tracker