Senin, 25 Mei 2026

PRT Diduga Dimutilasi Sebelum Dikubur

Sabtu, 13 Desember 2014 14:53 WIB
PRT Diduga Dimutilasi Sebelum Dikubur
Temuan potongan tulang di rumah tersangka penganiaya PRT. (A Chan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Para pembantu rumah tangga yang tewas dianiaya oleh tersangka Syamsul Anwar dan Radika serta lima tersangka lainnya di kediaman Syamsul di Jalan Beo simpang Jalan Angsa, Medan, Sumatera Utara (Sumut) diduga dimutilasi sebelum dikubur.

Hal ini terlihat dari potongan tulang yang ditemukan oleh tim gabungan Polresta Medan, DVI, Dokpol dan Dinas Bina Marga Kota Medan dalam penggalian yang dilakukan di rumah tersangka Syamsul.

Potongan tulang, baju, celana dalam itu ditemukan di dua lokasi yaitu di teras dan di tempat menjemur pakaian di samping rumah tersangka.

"Kita duga jasad PRT sebelum dikubur terlebih dahulu dimutilasi. Biasanya, jasad jika dikuburkan selama bertahun tahun tulangnya tidak akan hancur. Tapi ini kita temukan tulang-tulang tersebut sudah hancur di dua lokasi. Bisa saja proses alami, tapi bisa juga ada dibantu untuk dihancurkan," kata Kasatreskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram di lokasi, Kamis (11/12/2014).

Namun, katanya, pihaknya belum berani memastikan terkait temuan tulang-tulang tersebut apakah dimutilasi atau tidak. 

"Belum bisa kita pastikan, tunggu keterangan resmi dari tim DVI dan Dokpol Polda Sumut. Saat ini masih dilakukan penyidikan," katanya.

Seperti diberitakan, polisi mulai membongkar bagian lantai rumah Syamsul Anwar pada Senin (8/10/2014) sore. Tindakan itu dilakukan untuk memastikan informasi mengenai adanya korban tewas yang dikuburkan di lokasi itu.

Pembongkaran lantai rumah Syamsul ini dilakukan setelah mendapat informasi dari seorang saksi yang mengaku pernah mendengar adanya penguburan warga di lantai rumah. 

Informasi itu muncul setelah polisi mengungkap penganiayaan terhadap PRT menyusul penggerebekan rumah penyalur tenaga kerja CV Maju Jaya di Jalan Beo simpang Jalan Angsa, Medan, Kamis (27/11/2014) sore.

Dari rumah milik Syamsul Anwar itu diselamatkan tiga PRT perempuan, yaitu Endang Murdaningsih (55) asal Madura, Anis Rahayu (25) asal Malang, dan Rukmiani (43) asal Demak.

Kondisi ketiga perempuan itu memprihatinkan. Mereka  mengaku kerap dianiaya. Di antara korban mengaku tidak digaji selama bertahun-tahun bekerja di sejumlah lokasi. (BS-031)

Tags
PRT
beritaTerkait
Tim Pegasus Polsek Medan Baru Amankan Kekasih PRT yang Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah
Diduga Gugurkan Kandungan, Pembantu Rumah Tangga Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah
Disiksa Pemilik Warung Makan Aguan Jemadi Medan, PRT Asal Papua Lapor Polisi
FPKS Perjuangkan RUU Perlindungan PRT di Prioritas Prolegnas 2017
Kasus Human Trafficking PT Cut Sari Asih, Subdit Renakta Wacanakan Penerbitan DPO
Mayoritas Parpol Ogah Bahas RUU Perlindungan PRT
komentar
beritaTerbaru
hit tracker