Senin, 25 Mei 2026

Tim Pegasus Polsek Medan Baru Amankan Kekasih PRT yang Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah

Senin, 11 Maret 2019 19:45 WIB
Tim Pegasus Polsek Medan Baru Amankan Kekasih PRT yang Tewas Bersama Bayinya di Medan Petisah
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Meiman Jaya Hulu (20), mahasiswa salah satu universitas di Kota Medan diamankan Tim Pegasus Polsek Medan Baru karena turut serta membantu mengugurkan kandungan kekasihnya berinisial YL (21) yang meninggal bersama bayi dalam kandungannya yang masih berusia 7 bulan di rumah majikannya, di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (09/03/2019) lalu.
 
Dari informasi dihimpun, Meiman diketahui sudah menjalin hubungan dengan YL yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) sejak Juli 2018."Pelaku ditangkap dari tempat kosnya di Jalan Bulan, Kecamatan Medan Baru, setelah petugas mendapat laporan tentang adanya aborsi," ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah H Tobing kepada wartawan, Senin (11/o3/2019).
 
Mendapatkan laporan tersebut, sambung Martuasah, pihaknya langsung turun ke lokasi dan melakukan penyelidikan."Berdasarkan hasil olah TKP dan fakta-fakta yuridis lainnya, petugas melakukan pengembangan dan mengetahui bahwa sang pacar korban terlibat dalam kejadian tersebut yang motifnya membantu korban untuk menggugurkan kandungannya dengan memberikan obat pengugugur kandungan yang dibeli dari toko online," jelasnya.
 
Martuasah menjelaskan, pihaknya masih melakukan pengembangan atas kasus ini. Kepada pelaku, tutur dia, akan dijerat dengan Pasal 348 KUHPidana."Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara," tegasnya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, YL ditemukan meninggal oleh majikan korban bernama Silvia (32). Saat itu Silvia seperti biasa memanggil korban, karena biasanya korban pada pukul 06.00 WIB sudah bangun dan bekerja. Akan tetapi, setelah berada di depan pintu kamar korban, Silvia melihat ada darah dan menanyakannya pada korban.Korban mengaku jika dirinya sedang mengalami menstruasi. Meskipun begitu, korban enggan membuka pintu kamarnya. Sehingga suami saksi bernama Yopi (34) hendak mendobrak pintu kamar korban, akan tetapi dibatalkan karena korban mengaku sedang tidak berpakaian."Hingga akhirnya korban membuka sendiri pintu kamarnya," ujar Martuasah. 
 
Dikarenakan melihat korban yang lemas, jelas Martuasah, Silvia pun lalu memberikan susu kotak kepada korban, lalu membuatkannya telur. Namun saat akan mengantarkan telur yang dibuatnya ke kamar korban, Silvia melihat pembantunya tersebut sudah tertidur dilantai kamar dengan darah berceceran.
 
"Lalu saksi Yopi langsung memanggil ambulance dari RS Materna. Akan tetapi setibanya ambulance dirumah korban ternyata sudah meninggal dunia. Sehingga saksi dan supir ambulance melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Baru," terangnya.
 
Martuasah menuturkan, saat petugas INAFIS dari Polrestabes Medan memeriksa kondisi korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Akan tetapi Martuasah mengaku, petugas menemukan 3 papan obat merk sapros, yang diduga digunakan korban untuk menggugurkan kandungannya.(BS04)

Tags
beritaTerkait
Hamilton Akhirnya Jajal Ferrari untuk Kali Pertama
Hasil Visum Artis Sandy Permana Tewas Usai Ditikam di Dada hingga Leher
Wamen Isyana Jelaskan Alasan Ibu Hamil Juga Dapat Makan Bergizi Gratis
Mantan Bek Timnas Rusia, Aleksei Bugayev, Tewas dalam Perang di Ukraina
Jenderal Rusia Tewas Dibom Ukraina, Putin Akui Kegagalan Keamanan
Pelatih Persewangi Tewas Kecelakaan Saat Tugas, PSSI Berduka
komentar
beritaTerbaru
hit tracker