Selasa, 12 Mei 2026

KPAID: Tersangka Penyekap Pekerja Wanita Asal NTT Harus Dihukum Mati

Sabtu, 01 Maret 2014 23:40 WIB
KPAID: Tersangka Penyekap Pekerja Wanita Asal NTT Harus Dihukum Mati
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Sumatera Utara (Sumut) meminta kepada Polresta Medan untuk menghukum mati Mohar, tersangka kasus eksploitasi pekerja wanita asal Nusa Tenggara Timur (NTT) di rumah sekaligus tempat penangkaran sarang walet miliknya di Jalan Katamso, Lingkungan I, Kelurahan Titi Kuning, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumut.

Ketua Pokja Pengaduan dan Konsultasi Pelayanan KPAID Sumut Muslim Harahap mengatakan, hukuman mati dinilai layak dijatuhkan kepada Mohar, karena tindakannya sangat tidak manusiawi dan telah melanggar hak-hak paling mendasar dari para pekerja tersebut.

"Hukuman ini dinilai setimpal, mengingat tindakan tersebut sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Bayangkan apa yang dilakukan Mohar dengan mempekerjakan anak di bawah umur bertahun-tahun sampai mereka dewasa. Mereka juga diintimidasi dan mendapatkan kekerasan verbal. Bukan manusia lagi pelakunya ini," ujarnya di Medan, Sabtu (1/3/2014).

Dirinya juga kecewa dengan pasal yang diterapkan Polresta Medan yang hanya menetapkan  tersangka Mohar dengan pasal eksploitasi pekerja di bawah umur.

"Sudah 2 orang meninggal dunia. Ini bukan sekadar eksploitasi. Jangan dikaburkan persoalan sebenarnya. Kita akan mendesak agar pasal yang dikenakan pada tersangka adalah pelanggaran HAM berat. Kita akan kawal terus kasus ini," katanya. (BS-031)

Tags
beritaTerkait
Jalan Kaki Keliling Indonesia, Penderita ODHA Ini Akhirnya Sampai di Sumut
Nasib KPAID Sumut Tunggu Evaluasi KPAI Pusat dan Depdagri
Tak Ada Anggaran, KPAID Sumut Tuding Pemprovsu Tak Perduli Terhadap Kekerasan Anak
RS Pirngadi:Identitas Empat Bayi yang Diduga Akan Dijual Belum Diketahui
Anggaran KPAID Bakal Cair Akhir November
Tak Ada Anggaran, 213 Kasus Kekerasan Anak di Sumut Terancam Terlantar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker