Kamis, 14 Mei 2026

Gubernur Edy Rahmayadi Ingatkan Vaksinasi Masif dan Covid-19 Melandai Bukan Alasan Turunkan Kedisplinan Prokes

Jumat, 29 Oktober 2021 21:00 WIB
Gubernur Edy Rahmayadi Ingatkan Vaksinasi Masif dan Covid-19 Melandai Bukan Alasan Turunkan Kedisplinan Prokes
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Kasus Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mengalami penurunan yang signifikan. Sejak 26 September 2021 kasus harian Covid-19 Sumut di bawah angka 100. Namun Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengingatkan ini bukan alasan menurunkan kedisiplinan Protokol Kesehatan (Prokes). Penurunan kasus Covid-19 di Sumut seiring dengan semakin masifnya vaksinasi. Sampai Oktober 2021, vaksinasi Sumut mencapai 47% (target 50% di akhir bulan ini).

Karenanya, Edy Rahmayadi mengingatkan perkembangan Covid-19 masih tidak terduga sehingga Prokes tetap menjadi senjata utama dalam melawan Covid-19. “Kita harus belajar dari negara lain, Inggris misalnya cakupan vaksinasi dan tracing mereka sangat tinggi, tetapi sampai saat ini penyebaran Covid-19 di sana tinggi juga. Jadi Prokes masih senjata utama kita bersamaan dengan vaksinasi. Kedua ini upaya kita melawan pandemi,” kata Edy Rahmayadi, usai pertemuan dengan Forkopimda dan FKUB Sumut di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Sudirman No.41, Medan, Jumat (29/10/2021).

Berdasarkan data covid-19.go.id ada penurunan kepatuhan menggunakan masker di Sumut. Per 9 Agustus 2021 kepatuhan mengenakan masker 0% di tingkat <60%, 9,09% untuk tingkat 61-75%, 45% untuk tingkat 76-90%, dan 45% untuk tingkat 91-100%. Namun, 11 Oktober tingkat kepatuhan di <60% bertambah menjadi 13,64%. Begitu juga dengan jaga jarak, pada 16 Agustus tingkat kepatuhan di bawah 60% berada di angka 5,26% sedangkan 11 Oktober bertambah menjadi 40,91%. Ada peningkatan signifikan pada kelompok yang kurang patuh prokes di Sumut. “Ada kelonggaran dari pemerintah, mobilitas kita semakin tinggi, tetapi itu juga dibarengi Prokes yang mulai kendur. Saya sangat berharap masyarakat tetap disiplin Prokes, kita tidak ingin ada gelombang ketiga di Sumut karena lalai dalam Prokes,” tegas Edy Rahmayadi.

Baca Juga:

Baca Juga : Rapat Pengendalian Tindak Lanjut Covid-19, Bobby Nasution Bahas Vaksinasi untuk Imigran

Sementara itu, Kapolda Sumut RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan yang perlu diwaspadai dalam waktu dekat ini Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berkaca dari pengalaman sebelumnya, usai peringatan hari besar terjadi lonjakan kasus Covid-19. Lonjakan kasus Nataru tahun lalu dimulai akhir Januari 2021, puncaknya di 10 Februari dengan 224 kasus. Disusul Imlek akhir Januari dan Idulfitri di bulan Mei, ini juga bertepatan dengan memaraknya varian delta sehingga terjadi lonjakan besar Covid-19 bulan Agustus dengan puncaknya 2.045 kasus per harinya.

Baca Juga:

“Kita sedang merumuskan formula yang tepat menghadapi Nataru, tentunya ini perlu kesepakatan bersama dengan berbagai pihak, mempertimbangkan pemulihan ekonomi dan sebagainya. Walau begitu, mencegah sirkulasi virus Covid-19 tetap yang utama, karena itu masyarakat jangan lalai Prokes,” tegas Panca.

Hadir pada pertemuan ini Walikota Medan Bobby Nasution, Wakil Ketua DPRD Sumut Irham Buana Nasution, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, Kabinda Sumut Asep Jauhari Puja Laksana serta unsur Forkopimda. Hadir juga tokoh-tokoh FKUB, Ormas, serta OPD terkait Pemprov Sumut. (BS09)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Sejarah, Pemanasan Piala Dunia U-17 Digelar di Sumut, Bobby Nasution: Pembuktian Sumut Bisa Gelar Laga Internasional
Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11
Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera
Tinjau Jembatan Ambruk di Nias Barat, Gubernur Sumut Pastikan Dibangun Tahun Ini
Kunjungan Pertama Sebagai Gubernur, Bobby Nasution Serap Aspirasi Warga Samosir
Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker