Minggu, 26 April 2026

Ledia Hanifa Nilai Moratorium Program Studi Jangan Dipukul Rata

Kamis, 27 April 2017 01:30 WIB
Ledia Hanifa Nilai Moratorium Program Studi Jangan Dipukul Rata
BERITASUMUT.COM/IST
Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Surat Edaran Menristekdikti Nomor 2/M/SE/IX/2016 tentang Pendirian Perguruan Tinggi Baru dan Pembukaan Program Studi, yang isinya terkait dengan moratorium, diberlakukan mulai Januari tahun 2017 ini. Menanggapi itu, Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa mengaku dapat memahami konsideran perlunya pembatasan pendirian perguruan dan pembukaan program studi baru agar bisa meningkatkan mutu dari Perguruan Tinggi dan Program Studi yang telah ada. Meskipun demikian, Ledia mengingatkan pemerintah untuk tidak pukul rata dalam implementasinya.
 
“Pada beberapa tempat bahkan diperlukan afirmasi pembukaan program studi baru, seperti yang terjadi di Papua.  Di sana kondisi kesehatan sebagian masyarakatnya cukup buruk, butuh banyak tenaga kesehatan untuk mendampingi masyarakat dalam melakukan upaya preventif kesehatan, sehingga membuka program studi yang berpeluang menambah tenaga kesehatan justru perlu didukung,” kata Ledia melalui siaran persnya, Rabu (26/04/2017).
 
Lebih lanjut, Ledia menjelaskan bahwa di Papua selama ini pemerintah kabupaten setempat harus mengirimkan siswa calon perawat ke daerah lain yg punya program studi keperawatan. “Paling banyak per tahun hanya 5 orang yang dikirim, itu pun setelah lulus banyak yang tidak kembali ke daerahnya,” ungkap Ledia prihatin.
 
Karena itu, Ledia mengusulkan agar setidaknya di dalam situasi semacam Papua ini, Kemenristekdikti menyusun kebijakan yang dibagi per regional agar diizinkan membuka prodi baru di bidang kesehatan, sehingga semakin banyak siswa-siswi putra daerah yg bisa dididik.
 
Diharapkan, dengan jarak yang lebih dekat, jumlah peserta didik dapat ditingkatkan. Dengan demikian, para siswa/I tersebut juga diharapkan dapat membantu percepatan program promotiv preventif dalam bidang kesehatan yang tengah digencarkan pemerintah.“Afirmasi seperti ini dapat menghasilkan dua berkah sekaligus, peningkatan kesertaan masyarakat di bidang pendidikan tinggi dan ketersediaan tenaga kesehatan yang diperlukan di tengah masyarakat,” papar wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan Kota Bandung dan Kota Cimahi ini. (Rel) 

Tags
beritaTerkait
Kualitas Pendidikan di Sumatera Utara Masih Timpang, Akademisi Tawarkan Solusi Strategis
Satgas Ramadan dan Idulfitri 2026 Pertamina Sumbagut Pastikan Pasokan Energi Terjaga dan Layanan Optimal
Komisaris Pertamina Tinjau KDMP dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg di Deli Serdang
Empat Kabupaten di Sumut Dilanda Bencana Banjir dan Longsor Secara Bersamaan, 8 Orang Meninggal
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Asus Luncurkan Laptop AI Terbaik dan Inovasi Teknologi di Medan, Manjakan Gamer
komentar
beritaTerbaru
hit tracker