Kamis, 21 Mei 2026

Lelang Jabatan, ASN Pemprov Sumut Tak Gentar Bersaing dengan ASN Luar Daerah

Jumat, 05 Agustus 2016 19:31 WIB
Lelang Jabatan, ASN Pemprov Sumut Tak Gentar Bersaing dengan ASN Luar Daerah
Beritasumut.com/Ilustrasi
Lelang Jabatan
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Meskipun belum secara tegas memastikan ikut dalam bursa lelang jabatan Eselon II di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sumut (Pemprov Sumut) namun sejumlah ASN di Pemprov Sumut menyambut baik lelang yang dilakukan dengan sistem terbuka. Hal ini pun mengisyaratkan kalau mereka tak gentar bersaing dengan pejabat-pejabat dari luar kota yang mencoba peruntungannya di lelang jabatan tersebut. Dengan catatan, lelang jabatan dikelola secara profesional dan taat azas.
 
Seperti halnya yang disampaikan Basyarin Yunus Tanjung. Menurut Kepala Bagian (Kabag) Penyelenggaraan Daerah Biro Otonomi Daerah (Otda) Pemprovsu ini lelang jabatan secara terbuka dalam rangka mencari orang-orang terbaik untuk ditempatkan pada satu jabatan tertentu sesuai bidang yang dikuasainya.  
 
"Kalau saya setuju karena tujuannya untuk mencari orang-orang terbaik. Alasan lainnya pola karir ASN ini kan nasional. Jadi tidak terkooptasi dalam satu daerah saja. Di kementerian saja banyak pejabat-pejabat dari dari daerah. Begitu juga dari pusat banyak yang ke daerah. Memang semuanya ada plusminusnya. Tapi kalau dikelola dengan baik dan taat azas pasti baiklah hasilnya," ujar Basyarin, 
Jumat (05/08/2016) sembari mengatakan kalau dirinya belum dapat memastikan apakah ikut pada lelang jabatan yang akan digelar nanti. 
 
Hal senada dikatakan Kaiman Turnip kalau lelang jabatan secara terbuka memiliki kelebihan dan kekurangan. Begitupun pejabat yang kini dipercaya sebagai Plt Kepala BKD Pemprovsu ini mengaku semangat lelang jabatan secara terbuka bertujuan untuk mencari figur-figur yang terbaik. 
 
"Seleksi terbuka ini cukup baik karena seluruh kota bisa berkomptensi. Itu sisi positifnya. Memang betul ada juga sisi negatifnya jika salah satunya persoalan kulture atau budaya. Misalnya ada pejabat dari Kalimantan mencoba ikut di Sumut. Tentulah secara culture akan berbeda antara di Kalimantan dengan di Sumut. Karena bicara manajerial tidak hanya bicara soal kompetensi akademis di bidangnya saja. Tetapi juga harus memahami kultur organisasi di satu daerah," paparnya.
 
Dalam kesempatan itu Kaiman tidak bisa menampik anggapan kalau lelang secara terbuka dilakukan seakan-akan memberi sinyal kalau di Pemprov Sumut krisis pejabat yang berkompeten mengisi jabatan-jabatan yang kosong.
 
"Anggapan-anggapan tidak bisa disalahkan. Makanya kalau saya diminta masukan kenapa tidak dibuat dulu seleksi secara internal dengan mengedepankan ASN di lingkungan Pemprov Sumut. Kalau sudah dilakukan ternyata tidak ditemukan, ya baru dibuka lelang jabatan secara terbuka untuk pejabat-pejabat di luar provinsi. Kalau menurut saya itu lebih fair," ujarnya lagi.
 
Seperti halnya Basyarin Tanjung, Kaiman Turnip yang juga disebut-sebut cukup syarat naik ke Eselon II juga belum dapat memastikan dirinya ikut dalam lelang jabatan yang dikabarkan akan segera digelar."Kalau saya lihat nantilah. Kalau memang terbuka lowongan untuk, saya coba. Belum bisa dipastikan. Nantilah dipikirkan," ujar Turnip.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Serahkan LKPD Tahun 2024 ke BPK, Gubernur Sumut Targetkan Raih WTP ke-11
Gubernur Sumut Luncurkan Mudik Gratis Lebaran Bagi Mahasiswa di Luar Sumatera
Gubernur Sumut Sampaikan Lima Plus Satu Program Prioritas Pembangunan
Lantik 12 Pejabat Tinggi Pratama, Wagub Sumut Minta Tunjukkan Kinerja yang Lebih Maksimal
Jajaki Kerja Sama dengan SUCOFINDO, Pj Gubernur Sumut Sebut Ini Kerja Sama yang Strategis
Warga Asal Sumut Antusias Ikuti Temu Ramah Pemprov di Pesta Pulau Pinang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker