Kamis, 24 September 2026

RE Nainggolan Jenguk Bocah Korban Tragedi Gereja HKBP

Selasa, 00 0000 00:00 WIB
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Medan, (beritasumut.com)

Rustam Effendy Nainggolan tak kuasa menahan air mata saat mengunjungi dua bocah korban luka tragedi Gereja HKBP Simanosor, Tapanuli Tengah yang terjadi awal bulan lalu, Ferdinan Sitompul (9) dan Bronson Ababel Hutabarat (9).

Tokoh masyarakat yang akrab disapa Pak RE itu berkunjung seusai mengikuti pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik, Medan, Ahad (18/11/2012).

Baca Juga:

Bronson masih dirawat di RS tersebut, sementara Ferdinan sudah rawat jalan, dan untuk sementara tinggal di rumah saudaranya, di Komplek Villa Setiabudi Makmur, Medan Selayang.

“Melihat bekas luka di kepala dan badanmu ini, Ompung (panggilan sayang untuk cucu), saya yakin tangan Tuhanlah yang bisa membuatmu tetap selamat dan mulai sehat seperti ini. Kau sendiri adalah sebuah keajaiban, bisa lolos dari tragedi itu,” katanya sambil memeluk bocah yang tampak sudah mulai pulih itu.

Baca Juga:

Kepada Ferdinan yang saat itu didampingi kedua orang tuanya, John Goprit Siompul dan Nurima Hutabarat, RE berpesan agar mereka menerima kejadian itu dengan dada lapang penuh keyakinan kepada kasih sayang Tuhan.

“Jangan pernah biarkan ini menjadi dendam dalam hatimu. Kasih itu memaafkan, dan Tuhan sangat suka kepada orang yang selalu memaafkan. Semua ada berkahnya, semua akan indah pada waktunya,” ujar RE. Matanya tampak berkaca-kaca.

RE yang saat itu didampingi beberapa Tim Sahabat kemudian mengunjungi Bronson di RS Adam Malik. Keharuan kembali tampak di wajah mantan Sekdaprov Sumut itu, melihat keadaan bocah itu penuh bekas luka, dan masih harus menjalani perawatan intensif.

Sembari menggenggam tangan anak itu, RE sempat berdoa cukup lama, meminta kesembuhan sepenuhnya kepada Bronson. “Tuhan, Kau tahu anak ini disakiti saat beribadat kepada-Mu. Hanya kepada kekuatan dan kasih sayang-Mu kami berharap akan kesembuhan, agar dia bisa kembali menikmati keceriaannya seperti sedia kala,” katanya dengan suara bergetar.

Tragedi Simanosor itu memang sangat menggegerkan. Tiga bocah tewas dibunuh seorang yang diduga menderita gangguan jiwa saat mengikuti sekolah minggu di Gereja HKBP Simanosor, Tapanuli Tengah, Ahad (04/11/2012) lalu sekitar pukul 09.15 WIB. Lima orang lainnya kritis, termasuk Ferdinan dan Bronson. Pelaku sendiri akhirnya tewas dikeroyok massa.

Peristiwa tersebut berlangsung cepat dan singkat. Saat itu, sekitar 50 anak tengah berlatih menyanyi dalam sekolah minggu menjelang kebaktian sekitar pukul 08.30 WIB.

Selang 45 menit kemudian Burhan Gultom (36) datang membawa parang dan tombak. Dia langsung mengamuk membabi buta, mengakibatkan tiga anak tewas dan lima orang luka-luka serius.

Ketiga korban tewas adalah Yohan Panggabean (4), Joki Nainggolan (4), dan Aprilta Pasaribu (4). Saat kejadian, tidak ada orangtua anak-anak itu di gereja. Sekolah minggu untuk anak-anak dimulai pukul 08.00 WIB, sedangkan kebaktian untuk orangtua dilakukan pukul 10.00 WIB. (BS-002)

beritaTerkait
Kompolnas Selidiki Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
Kerja Sama Strategis Kadin Medan dan Binus University: Dorong Kemajuan Ekonomi, Layanan Kesehatan, dan Pengabdian Masyarakat
Sempat Hendak Kabur, Pemilik 4,48 Gram Sabu Ditangkap Polisi
Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
Oknum TNI di Medan Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Polrestabes Medan Ringkus IRT Pengedar Narkoba di Lembah Sunggal
komentar
beritaTerbaru
hit tracker