Kamis, 01 Oktober 2026

Polda Sumut Tarik Kasus Kematian Bripka AS

Minggu, 26 Maret 2023 21:00 WIB
Polda Sumut Tarik Kasus Kematian Bripka AS
beritasumut.com/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Pihak keluarga menyampaikan rasa keberatan kepada Polda Sumatera Utara (Sumut) atas kematian Bripka AS yang sebelumnya dinyatakan tewas bunuh diri pada 6 Februari 2023 lalu usai terlibat dugaan penggelapan uang wajib pajak sekitar Rp2,5 Milliar di Samsat Samosir UPT Pangururan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, saat ini perkara tersebut sudah ditangani Polda Sumut. Selain itu, sebutnya, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak juga telah mendengarkan langsung keluhan istri dan keluarga almarhum.

"Kapolda sudah bertemu dengan istri almarhum dan mendengar apa yang menjadi kegusaran pihak keluarga," ujarnya, Sabtu (25/03/2023).

Untuk menyelidiki kasus ini, kata Hadi, Polda Sumut telah membentuk tim yang terdiri dari Reserse Krimsus, reserse Krimum dan Propam. "Bapak Kapolda memastikan proses penanganan perkara yang saat ini ditarik Polda Sumut berjalan trasparan dan terbuka," jelasnya.

Sebelumya, memang ditemukan fakta hasil penyelidikan bahwa Bripka AS memesan racun sianida dari Bogor. Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman pada, Senin (20/3) lalu menyampaikan, berdasarkan fakta autopsi dan pemeriksaan luar dalam kedokteran forensik bahwa kematian Bripka AS meninggal karena bunuh diri dengan meminum cairan sianida.

"Hasil pemeriksaan dokter Forensik Bripka AS meninggal akibat minum cairan sianida," ucapnya.

[br] Diketahui, Bripka AS ditemukan tewas di tebing curam Dusun Simullop, Desa Siogung Ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir oleh sesama rekan polisinya pada 6 Februari lalu.

Menurut keterangan polisi, di dekat jenazah mayat Bripka AS, ditemukan botol minuman bersoda berwarna keruh yang diduga telah dicampur dengan racunsianidadan botol diduga berisi serbuk racun.

Kemudian, pada jarak 80 sentimeter dari tubuh korban ditemukan tas berwarna hitam merk Asus yang di dalamya terdapat 19 BPKB dan 25 STNK.

Sebelumnya, pekan lalu, dalam konferensi pers di Mapolres Samosir, Kapolres Samosir AKBP Yogie Hardiman mengungkap sejumlah fakta terkait kematian dan penggelapan Pajak di UPT Samsat Pangururan oleh almarhum Bripka AS oknum personel Satlantas dan empat orang pegawai harian lepas Dispenda Samosir.

[br] Menurut Yogie, tindakan penggelapan ini sudah mulai sejak tahun 2018. Adapun sudah mencapai 300 orang WP (Wajib Pajak) yang tidak disetorkan kepada Dispenda Bank Sumut.

"Ratusan orang yang sudah kita datakan dan sudah kita lakukan pemeriksaan kemudian atas dasar laporan daripada korban-korban ini pada tanggal 31 Januari 2023 Polres Samosir melakukan proses penyelidikan dan tentu saja dari pihak internal kita melakukan proses pemeriksaan melalui Kasi propam," katanya.

Sebelumya, persoalan ini juga sudah dilaporkan ke Polda Sumut berdasarkan laporan korban penggelapan dan Polda Sumut pada 31 Januari 2023. Lalu, Polda Sumut melakukan pemeriksaan di Polres Samosir khususnya terhadap kaitan anggota yang keterlibatan permasalahan.(BS04)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Kompolnas Selidiki Kematian Mantan Istri Polisi di Medan
Dua Pria Sembunyikan 44 Kg Sabu di Dinding Mobil
Selundupkan Sabu dalam Sepatu, Warga Aceh Ditangkap di Bandara Kualanamu
Oknum Kepling di Medan Polonia Edarkan Ekstasi Ditangkap
Polda Sumut Bongkar Scam Berkedok Nonton Film, Korban Dijanjikan Bonus
Polda Sumut Bongkar Live TikTok Bermuatan Pornografi, Seorang Wanita Diamankan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker