Komnas PA Dorong Perlindungan Anak Jadi Perhatian Nasional
beritasumut.com Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) pada 1 September 2026 menerima kedatangan perwakilan orang tua murid Taman
Peristiwa
beritasumut.com - Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta masyarakat hentikan polemik tentang Bandara Kualanamu yang dikabarkan dijual ke pihak India. Keterangan yang disampaikan Direktur PT Angkasa Pura (AP) II Aviasi hendaknya dapat meluruskan kabar miring yang beredar.
"Jadi kita jangan suka ngomong kalau tidak mengerti. Jadi simpang siur semuannya. Itu kesalahan kita," ujar Edy Rahmayadi di Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi Sumut, Minggu (28/11/2021).
Gubernur Edy menambahkan Bandara Kualanamu memiliki letak geografis yang sangat strategis berdekatan dengan negara Malaysia dan Singapura.
Selain itu, lanjut Edy, alasan lain kenapa Bandara Kualanamu menjadi pusat pengembangan Bandara karena luas lahan yang dimiliki.
"Selain letaknya strategis, lahan Bandara Kualanamu cukup luas dan berpotensi untuk dikembangkan secara profesional. Maka di pakai lah orang lain untuk sama-sama mengembangkan Bandara Kualanamu dengan sistem bagi hasil saham. Tapi PT AP II memiliki saham dominan 51 persen. Dan GMR punya kemampuan untuk itu,"terang Edy.
Dalam kesempatan itu, Edy pun sempat bercanda dan melontarkan kalimat agar masyarakat tidak terburu berpolemik berlibahan sebelum mengetahui kebenaran yang ada tentang pengelolaan Bandara Kualanamu.
Baca Juga : Heboh Bandara Kualanamu 'Dijual', Gubernur Sumut Panggil Direktur PT AP II Aviasi
"Jadi jangan salah-salah ikut campur, ribut sampai dunia persilatan. Saya pun Bingung jadinya. Pak Haris ini berkompeten di bidangnya dan ingin ketemu saya. Dari pada ngomong sama saya, terus saya ngomong lagi sama kalian bagusan kalian langsung mendengarkannya dari beliau. Jadi dicounter, apa counter, , ?? Tangkis! Jangan ada ribut-ribut. Nah begitu itu. Kita kan terlalu pandai Ulok itu. Dia lupa kalau kita raja Ulok. Ya makasih. Sehat semua kalian," canda Gubsu disambut tepuk tangan masyarakat yang hadir.
[br] Sebelumnya, Gubernur Edy sengaja mengarahkan Direktur PT Angkasa Pura (II) Aviasi agar menjelaskan langsung kepada masyarakat yang kebetulan usai mengikuti kegiatan Fun Bike Harbak PUPR 76.
"Hari ini Direktur PT AP II Aviasi Bapak Haris datang mau menjelaskan kepada saya. Dari pada beliau hanya ngomong sama saya bagus beliau langsung saya suruh ngomong dihadapan kalian semua,"ujar Edy Rahmayadi.
Dikatakan Edy kabar soal penjualan Bandara Kualanamu yang sempat menghebohkan di sejumlah media massa harus diluruskan. Oleh karenanya Edy sengaja meminta Direktur PT AP II Aviasi Haris menjelaskan di depan umum.
"Ramai katanya kualanamu dijual sama India. Saya belom ngomong ni sama dia, jadi saya tak tahu. Jadi langsung saja ke sumber yang utama. Dari sumber yang paling tahu. Jadi jangan dikembang-kembangkan ke lain, sehingga rakyat ini hilang kepercayaannya dengan pemimpinnya," pungkasnya.(BS03)
Baca Juga:
beritasumut.com Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak (PA) pada 1 September 2026 menerima kedatangan perwakilan orang tua murid Taman
Peristiwa
beritasumut.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyiapkan jalur alternatif MedanBerastagi yang akan difokuskan unt
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com Seorang penumpang pesawat berinisial MR diamankan petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumate
Peristiwa
beritasumut.com Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Utara (Sumut) kembali menga
Peristiwa
Sengketa KMK ratusan miliar PT Toba Surimi Industries dengan Bank Mandiri mencuat setelah dugaan tanda tangan nonidentik pada 54 cek.
Peristiwa
Warga Medan resah dengan dua proyek perumahan elite yang diduga tanpa PBG. Pemko Medan didesak menghentikan pembangunan dan menindak tegas.
Peristiwa
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menjenguk seorang anak korban kekerasan fisik asal Kabupaten Dairi y
Kesehatan
Pengacara lima pengurus Kelenteng O Bin Ciong Kun soroti dugaan kejanggalan penetapan tersangka kasus pengerusakan plang di Medan.
Peristiwa
Pembangunan perumahan mewah di Medan Tembung disorot warga karena diduga jumlah unit tak sesuai PBG dan berpotensi memicu banjir.
Peristiwa
Sidang perdana gugatan PT TSI terhadap Bank Mandiri digelar di PN Medan. Tergugat disebut tak hadir, perkara terdaftar nomor 879/Pdt.G/2026/
Peristiwa