Senin, 20 Juli 2026

Beras Bansos Tidak Layak Konsumsi, Bupati Toba Tegaskan Diganti Bulog

Minggu, 22 Agustus 2021 08:00 WIB
Beras Bansos Tidak Layak Konsumsi, Bupati Toba Tegaskan Diganti Bulog
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Menyikapi beras bantuan sosial (Bansos) Kementerian Sosial (Kemensos) yang diterima penerima dari masyarakat Kabupaten Toba, dengan kondisi kurang layak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba segera turun tangan. Beras tersebut akan diganti Badan Urusan Logistik (Bulog).

Bupati Toba Poltak Sitorus menjelaskan, penyaluran beras bantuan sosial kepada 21.959 keluarga penerima manfaat (KPM) yakni warga penerima Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST), hingga saat ini masih berlangsung.

“Pertama kita berterimakasih kepada Kementerian Sosial yang telah membantu masyarakat Kabupaten Toba dengan memberikan 10 kg beras kepada setiap penerima sebanyak 21.959 KPM dan hingga saat ini masih berlangsung,” ujar Bupati didampingi Wakil Bupati Toba Tonny M Simanjuntak seperti dilansir dari laman toba, Minggu (22/08/2021).

Baca Juga : Bobby Nasution Bersama Kapolres Belawan Dampingi Dua Menteri Sapa Pasien Isoter di KM Bukit Raya

Terkait laporan adanya temuan beras yang kurang layak konsumsi, Dinas Sosial Toba telah membahas bersama pihak Kantor Pos dan Kantor Bulog untuk mengganti beras yang tidak layak konsumsi tersebut.“Kami mendapat laporan terkait adanya beras yang kurang memenuhi syarat dan saya langsung memerintahkan kadis sosial untuk memeriksa ke lapangan dan ditemukanlah di daerah Kecamatan Bona Tua Lunasi, di Desa Harungguan dan sudah dibahas bersama pihak Bulog sebagai penyedia dan mereka bersedia mengganti seluruh beras yang kualitasnya tidak layak,” paparnya.

Bagi warga penerima bantuan diharapkan dapat melaporkan kepada kepala desa dan pemerintah setempat jika mendapat beras yang tidak layak konsumsi.“Jika masih ada masyarakat yang mengeluhkan hal yang sama, jangan dimakan, namun silahkan melaporkan kepada kepala desa. Sekali lagi kita berterimakasih kepada pemerintah pusat melalui kementerian sosial dan mereka bertindak cepat mengatasi kekurangan mengganti beras yang kurang berkualitas. Kita mohon maaf, memang ini pemberian pemerintah pusat secara gratis diberikan kepada masyarakat meski prosesnya bukan wewenang kita,” katanya menegaskan.

[br] Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Toba dr Rajaipan O Sinurat mengatakan, untuk memastikan pendistribusian beras kualitas baik dapat berjalan sesuai harapan, pihaknya telah menurunkan sejumlah tenaga kerja sukarela kecamatan (TKSK) di setiap lokasi penyaluran.“Kami dari Dinas Sosial melalui TKSK, dan sekarang juga sedang berlangsung penyaluran, jadi kita langsung turun untuk mencek agar tidak terjadi lagi penyaluran beras dari pemerintah pusat yang kurang baik,” terangnya.

Dinsos telah mendengar serta membaca di media sosial bahwasanya beras yang diberikan dari pihak kantor pos perlu dipahami pengadaan, adalah APBN Kementerian Sosial, penyedia dari pihak Bulog dan pendistribusian dari pihak Kantor pos, ada 7 kantor pos di Kabupaten Toba, inilah yang membagi ke 16 kecamatan.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang sudah sempat menerima agar dapat melaporkan kepada desa dan kecamatan serta pendamping TKSK agar nanti dapat dilaporkan melalui TKSK kepada Dinas Sosial untuk selanjutnya kita menyurati pihak Bulog dan Kantor Pos untuk segera mengganti beras yang kurang layak,” jelasnya.

Sebelumnya, asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Toba Sahat Manullang SP menjelaskan saat meninjau langsung sejumlah penerima bantuan beras di dua Desa yakni Desa Harungguan dan Silamosik II di Kecamatan Bonatua Lunasi beberapa waktu lalu bersama Dinas Sosial dan Kepala Gudang Bulog Balige menemukan sejumlah beras dengan kondisi tidak layak.

“Kita sudah turun untuk meninjau masyarakat penerima bantuan beras. Ada 76 penerima yang kita temukan mendapat bantuan beras tidak layak dan pihak Bulog juga sudah menggantikan dengan beras kualitas baik kepada sebagian penerima, ada 20 keluarga yang diganti saat itu,” sebutnya.(BS09)

Baca Juga:
Editor
:
Tags
beritaTerkait
Kapolda Sumut Dorong Optimalisasi Medsos Sebagai Wajah Transparansi Operasi Ketupat Toba
Polda Sumut Kerahkan 12.104 Personel Dalam Operasi Ketupat Toba 2025
Hadapi Krisis Pangan Global, Pemerintah Pastikan Produksi Beras Nasional Surplus
Serahkan Bantuan ke UPTD PS Anak dan Balita Medan, Kepala Dinas Sosial Sumut Apresiasi IWABA Medan
Berbagi Kasih dengan Masyarakat, Polsek Medan Baru Luncurkan Kereta Senyum
Walikota Medan Tinjau Berastagi Supermarket dan Temukan Permen Tidak Jelas Tanggal Kadaluarsanya
komentar
beritaTerbaru
hit tracker