Senin, 18 Mei 2026

Cuaca di Samudera Hindia Barat Terganggu, Daerah di Sumut Alami Fase Musim Hujan dan Panas

Senin, 02 April 2018 22:15 WIB
Cuaca di Samudera Hindia Barat Terganggu, Daerah di Sumut Alami Fase Musim Hujan dan Panas
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Syahnan mengungkapkan, sebagai dampak dari gangguan cuaca dan daerah tekanan rendah yang cukup kuat di Samudera Hindia Barat, belakangan ini Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalami fase musim hujan-panas.
 
Lebih jauh Syahnan menjelaskan, hal itu menyebabkan tarikan massa udara di wilayah Pantai Timur Sumbagut yang mengakibatkan cuaca menjadi kering pada siang hari dan udaranya menjadi cukup panas."Namun sebaliknya di wilayah pegunungan dan pantai barat menjadi daerah pertemuan massa udara. Sehingga pegunungan dan pantai barat diprakirakan hujan bisa berlangsung dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir dan angin kencang untuk beberapa hari kedepan," papar Syahnan kepada wartawan, Senin (02/04/2018).
 
Intinya, kata Syahan, di bulan April ini, Provinsi Sumut memasuki musim hujan. Informasi data iklim dasarian terupdate tanggal 31 Maret 2018 berupa hari tanpa hujan (HTH), umumnya Sumut memiliki kriteria masih ada hujan hingga sangat pendek.
 
Adapun daerah yang termasuk dalam kategori hujan pendek, papar Syahnan yakni meliputi sebagian Asahan (Sipaku), Batubara (Bah Bolon), Deliserdang (kebun Batang Kuis dan Kualanamu), Sergai (Poktan Mangga Dua), Simalungun (Dolok Sinumba), Tanjungbalai (Sijambi-Datuk Bandar)."Sedangkan daerah yang termasuk dalam kategori menengah yaitu sebagian Paluta (Halongonan) dan Sergai (Mata Pao Pelintahan). Lalu yang termasuk kategori panjang yaitu sebagian Batubara (Lima Puluh)," jelasnya.
 
Selain itu, Syahnan juga menerangkan, distribusi hasil analisis curah hujan pada dasarian III bulan Maret 2018, di Sumut umumnya berada pada kategori rendah hingga menengah.
 
Adapun curah hujan dengan kategori tinggi terjadi di sebagian Deliserdang (Stageof Tuntungan), Humbahas (Onan Ganjang, Pakkat, Parlilitan, Pollung), Langkat (Bahorok), Nias (Stamet Binaka). Kemudian Palas (Sosopan), Pakpak Bharat (Kerajaan, Tinada), Tapsel (Kebun Batang Toru, Simagomago), Tapteng (Hutabalang, Manduamas), Taput (Pahae Jae), Tobasa (Lumban Julu)."Sementara curah hujan dengan kategori sangat tinggi terjadi di sebagian Asahan (Bandar Pasir Mandoge), Tapsel (BPP Batang Toru), Tapteng (Stamet Pinang Sori)," terangnya.
 
Selanjutnya prakiraan curah hujan dasarian I bulan April 2018, umumnya Sumut berada dalam kategori rendah hingga menengah dengan peluang 70%-90%. Adapun daerah yang diprakirakan memiliki curah hujan kategori menengah yaitu sebagian wilayah Samosir, Humbahas, Taput, Tapsel, dan Madina dengan peluang 30%-60%.
 
Lebih lanjut, Syahnan menyebutkan, untuk prakiraan daerah potensi rawan banjir dasarian I bulan April 2018 pada umumnya berada pada kategori aman hingga rendah. Untuk bulan April 2018 pada umumnya potensi tingkat bahaya longsor di wilayah Sumut berkisar antara tingkat rendah-tinggi.Daerah yang mempunyai potensi rendah ujar Syahnan, terdapat di Labuhanbatu (Kualuh, Bilah Hulu, NA IX-X).
 
Untuk daerah-daerah yang mempunyai potensi sedang terdapat di Taput (Sipoholon, Garoga, Tarutung), Tobasa (Balige, Lumban Julu, Muara, Habinsaran), Tapteng (Tapian Nauli, Lumut, Barus), Tapsel (Padang Sidempuan Timur, Batang Angkola, Batang Toru), Madina (Batang Natal, Natal, Batahan, Panyabungan, Kotanopan, Muara Sipongi), Asahan (Pulau Rakyat, Bandar Pulau).
 
Kemudian Simalungun (Dolok Panribuan, Raya, Panei, Jorlan Hataran, Tanah Jawa, Dolok Silau, Pematang Tanah Jawa), Deliserdang (Bangun Purba, Sibiru-biru, Sibolangit, STM Hilir, STM Hulu), Karo (Simpang Empat, Munthe), Langkat (Bahorok, Padang Tualang, Sei Lepan), Nias Selatan (Lahusa, Lolowu, Teluk Dalam).
 
Begitupun Daerah-daerah yang mempunyai potensi tinggi terdapat di Taput (Pahae Jae, Pahae Julu, Siborong-borong, Adian Koting), Tobasa (Porsea, Silaen), Samosir (Onan Runggu, Palipi), Tapteng (Andam Dewi), Tapsel (Dolok), Pakpak Barat (Kerajaan, Salak), Humbahas (Lintong Nihuta, Onan Ganjang).
 
"Selanjutnya Dairi (Sumbul, Parbuluan, Pwk. Siempat Nempuh Hulu, Siempat Nempuh, Tiga Lingga, Pinem, Silima Pungga-pungga), Simalungun (Girsang Sipangan Bolon, Sidamanik, Dolok Pardamean, Purba), Karo (Barus Jahe,Merek, Mardinding, Payung), Nias (Hiliduho, Gunungsitoli, Mandrehe), Nias Selatan (Gomo)," pungkasnya.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Dukung BBMKG Sebar Informasi Cuaca Melalui Videotron Pemko Medan
Pemprov Sumut Selidiki Kasus Dugaan Penyiraman Air Panas ke Anak
Cuaca Ekstrem, Menhub Minta Penyelenggara Transportasi Waspada
Curah Hujan Masih Tinggi, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Waspada
Cuaca Panas, Dinas Kesehatan Imbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Pertama Kali Jadi Tuan Rumah, Pemprov Sumut Siap Laksanakan Peparnas XVII
komentar
beritaTerbaru
hit tracker