Minggu, 26 Juli 2026

Banyak Narkoba dari Aceh Masuk Medan, Poldasu Akui Petugas Jaga Perbatasan Teledor

Selasa, 07 Maret 2017 20:15 WIB
Banyak Narkoba dari Aceh Masuk Medan, Poldasu Akui Petugas Jaga Perbatasan Teledor
BERITASUMUT.COM/BS04
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dalam waktu beberapa bulan ini, sindikat perdagangan maupun kurir narkoba dari Aceh begitu mudah melewati jalan perbatasan Sumatera Utara (Sumut). Polda Sumut (Poldasu) mengakui banyaknya narkoba yang masuk dari Aceh ke Sumut melalui perbatasan disebabkan adanya keteledoran petugas penjaga perbatasan.
 
"Memang benar ada keteledoran itu. Tetapi, petugas juga manusia tak mungkin bisa melakukan pemeriksaan pada orang atau angkutan yang melintasi perbatasan. Apalagi, saat ini Polda Sumut masih tergolong kekurangan personel," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting, Selasa (07/03/2017).
 
Rina menegaskan jika jalur distribusi narkoba dari Aceh ke Sumut memiliki banyak jalur. Di sisi lain, para bandar narkoba tersebut juga tidak kalah belajarnya dari polisi. "Jangankan dari Aceh ke Sumut, dari luar negeri masuk ke Aceh melalui jalur laut saja banyak pintunya. Apalagi dari Aceh ke Sumut yang sudah berada di daratan, bisa saja mereka (bandar narkoba) menyalurkan narkobanya melalui hutan," jelas Rina.
 
Terkait hal itu, sambung Rina, Poldasu dengan Polda Aceh sudah membangun kerja sama dalam hal mengantisipasi adanya peredaran gelap narkotika dari Aceh ke Sumut melalui jalur darat, laut dan udara."Kerjasama itu sudah terbangun lama. Namun, kita sama-sama memiliki keterbatasan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pengawasan perbatasan di antara kedua provinsi ini bisa ditingkatkan, sehingga peredaran narkoba ini bisa diminimalisir," terangnya.
 
Sebelumnya, seorang dari empat bandar narkoba jaringan internasional Abdurahman alias Naga (49), warga Dusun Butsi, Kampung Masjid, Sungai Iyu, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang tewas ditembak tim Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Polri di Jalan Banda Aceh-Medan, Kabupaten Binjai, Km 12,5 (tak jauh dari rumahnya) karena berusaha melawan saat akan ditangkap.
 
Sedangkan, tiga orang lainnya yakni Amsari alias Sari (32), warga Dusun Cahaya Butsi, Kelurahan Cinta Raja, Kecamatan Bandahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Edi Saputra alias Alfarisi alias Datok alias Iyong (38), warga Dusun Permai Desa Cinta Raja, Kecamatan Bandahara, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh dan Zainuddin (45), warga Dusun Margo Utomo, Desa Cinta Raja, Kecamatan Bandahara, Aceh Tamiang, Aceh. Dari para tersangka Polisi menyita 41 Kg sabu-sabu dan 70 ribu butir ekstasi.
 
Rina Menjelaskan, saat ini semua tersangka yang diamankan itu sudah berada di Bareskrim Mabes Polri untuk pengembangan. Sebab, dari informasi yang diterima polisi masih ada rentetan jaringan tersangka."Memang mereka (tersangka) menggunakan jaringan terputus, namun demikian sudah ada beberapa orang yang direkrutnya untuk dijadikan sebagai jaringan narkoba generasi berikutnya," jelas Rina.
 
Namun, saat ditanya mengenai banyaknya narkoba yang sudah berhasil diedarkan para tersangka itu, Rina enggan memberitahu-kannya. "Saya kurang tau kalau itu. Masih sulit untuk mengkalkulasikannya. Sebab, tersangkanya sudah dibawa ke Mabes Polri semua, silahkan ke Mabes saja kalau perlu," pungkasnya. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Sarang Narkoba di Area Perkebunan dengan Pengamanan Sejumlah CCTV Digerebek Polisi di Sei Mencirim, Seluruh Barak Rata Dibumihanguskan
Bongkar Jaringan Vape Ilegal, Polisi Sergap Seorang Komplotan Narkotika Internasional di Salah Satu Hotel di Medan
Diduga Jadi Markas Judi dan Penyalahgunaan Narkoba, Warga Desak Aparat Tindak Lokasi di Jalan Fachrudin Lubukpakam
Warga Desak Tindakan Tegas untuk Krypton KTV, Aparat Hukum Siapkan Pengawasan Ketat
TO Satres Narkoba Polrestabes Medan Semakin Eksis Edarkan Sabu di Jermal 7, Segera Ditangkap
Diskotik Krypton Jalan Gajah Mada Jadi Sarang Ekstasi, Warga Tuntut Penutupan Permanen
komentar
beritaTerbaru
hit tracker