Jumat, 29 Mei 2026

Hingga Rabu Sore, 20 Tewas dan 14 Hilang Akibat Banjir Bandang Garut

Rabu, 21 September 2016 21:14 WIB
Hingga Rabu Sore, 20 Tewas dan 14 Hilang Akibat Banjir Bandang Garut
BERITASUMUT.COM/IST
Banjir bandang.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut melaporkan perkembangan terkini pasca banjir bandang dan longsor di Garut, Jawa Barat dengan jumlah korban 20 warga meninggal dunia dan 14 lainnya masih hilang pada Rabu (21/09/2016) sore tadi, pukul 16.30 WIB. Dari jumlah tersebut, sembilan anak menjadi korban bencana banjir bandang Garut, sedangkan empat anak dinyatakan masih hilang.
 
"Sementara itu, dua warga meninggal dunia diidentifikasi berasal dari Sumedang, Jawa Barat. Petugas di lapangan masih melakukan identifikasi nama-nama jasad korban. Saat ini 6 jasad korban yang belum teridentifikasi namanya," ujar Sutopo Purwo Nugroho selaku Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam siaran persnya.
 
Berikut ini daftar nama korban meninggal dan hilang berdasarkan jenis kelamin. Korban meninggal laki-laki adalah Nawawi (55) Asrama Lap. Paris, Irsyad Dwi Maulana (8) Asrama Lap. Paris, Rejal (8 bulan), Oom (70), Solihin (4) Kp. Bojong Sidika, Ds. Haur Panggung, Kec. Tarkid, Jana (35) Bojong Larang, Aceng Daryana (35) Kel. Jayaraga, Kec. Tarkid, Deni (23) Kec. Bayongbong dan X (5).
 
Korban meninggal perempuan IIs (35) Asrama Lap. Paris, Siti (25) Cimacan Tarkid, Nunung (70) Cibunar, X (70), Santi (38) Lap. Paris,Revina (7) Asrama Lap. Paris, Nuryati (58) Lap. Paris, X (6), X anak Sumedang, X anak Sumedang dan X (11).
 
Sementara itu untuk korbang hilang diantaranya, Ano (60) Mekar Sari Haur Panggung, Kec.Tarkid, Feri (40) Cimacan Tarkid, X (3) Cimacan Tarkid, Supri (40) Cimacan Tarkid, X (3) Cimacan Tarkid, Ahmad (4) Cimacan Tarkid, Etoy (12) Cimacan Tarkid, Endan (45) Kel. Sukamukti, Kota Garut, Dede Sumiayah (52) Asrama Tarumanegara, Oon (52) Cimacan Tarkid, Lena Agustina (18) Asrama TN, Eneng (12) Cimacan Tarkid, Kokom (35) Cimacan Tarkid dan Ane (35) Kel. Sukamukti, Kota Garut.
 
"Saat ini pencarian dan penyelamatan korban masih terus dilakukan Tim SAR gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat. Ratusan pengungsi ditempatkan di kantor Korem. BPBD Provinsi Jawa Barat membantu penanganan darurat," sebut Sutopo.
 
Sutopo menambahkan, saat ini Pos Komando (Posko) dan dapur umum telah didirikan BPBD setempat. Bupati Garut menunjuk Dandim sebagai komandan tanggap darurat. Pendataan masih dilakukan. Tim Reaksi Cepat telah berada di lapangan untuk membantu BPBD setempat, berupa dukungan dana siap pakai dan pendampinga posko. Kebutuhan mendesak saat ini adalah dana siap pakai untuk operasional penanganan darurat. Beras dan permakanan diperlukan untuk penanganan pengungsi.
 
Masyarakat dihimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dari ancaman banjir dan longsor. Hujan akan terus meningkat hingga puncaknya Januari 2017 mendatang. La Nina, dipole mode negatif dan hangatnya perairan laut di Indonesia menyebabkan hujan melimpah, lebih besar dari normalnya sehingga dapat memicu banjir dan longsor.
 
Banjir bandang dan longsor ini dipicu hujan deras sejak Selasa (20/09/2016), pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat. Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5 - 2 meter. Saat ini sebagian banjir sudah surut. Ini menunjukkan kondisi hulu DAS Cimanuk sudah rusak dan kritis.(Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Curah Hujan Masih Tinggi, Masyarakat Sumut Diimbau Tetap Waspada
Pemprov Sumut Berikan Tali Asih kepada Keluarga Korban Meninggal Akibat Banjir Bandang
Sumut Masuki Puncak Musim Hujan, Pj Gubernur Imbau Tingkatkan Kesiapsiagaan
Musim Hujan, Waspadai Potensi Penyakit Diare
Curah Hujan Kemungkinan Tinggi Hingga Januari, Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan Dini
Curah Hujan Tinggi, Bobby Nasution Turun Langsung ke Lapangan Cek Kondisi Terkini
komentar
beritaTerbaru
hit tracker