Senin, 17 Agustus 2026

Minta Penggusuran Ditunda, Warga Jalan Timah Temui Wakil Rakyat

Selasa, 20 September 2016 17:27 WIB
Minta Penggusuran Ditunda, Warga Jalan Timah Temui Wakil Rakyat
BERITASUMUT.COM/BS03
Warga temui wakil rakyat
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Warga jalan Timah Medan yang terdiri kaum ibu datangi kantor DPRD Medan, Selasa (20/09/2016). Dengan menangis terisak-isak memohon kepada wakil rakyat agar mendesak PT Kereta Api Indonesia (KAI) Medan menunda upaya pembongkaran rumah mereka, Sabtu mendatang (24/09/2016).
 
Kedatangan warga ini diterima oleh anggota DPRD Boydo Panjaitan. Kuasa hukum Tim Pembela Masyarkat (TPM) Jalan Timah, Mahmud Irsyad Lubis menerangkan dari November 2014, ada sekitar 60 bangunan yang dibongkar oleh PT KAI Medan. Alasannya untuk membangun double track. Pembangunan itu disebut memakan lahan 12 meter. Masyarakat kemudian mengadu ke DPRD Medan. Pada saat itu, Komisi D telah mengeluarkan surat rekomendasi pada PT KAI dengan nomor 551-2/1665 pada 17 Februari 2015.
 
"Isi rekomendasinya meminta PT KAI mengizinkan pemakaian tanah sisa 6 meter dari tanah yang akan diperuntukkan untuk double track, kepada masyarakat korban penggusuran yang akan dibuatkan penampungan sementara sehingga adanya kekuatan hukum tetap dari pengadilan. Tapi sekarang hanya 4 meter saja yang bisa dipakai masyarakat," sebut Mahmud, Selasa (20/09/2016).
 
Menurut Mahmud, pihaknya telah mengajukan gugatan terkait pembongkaran itu dengan Reg no: 515/Pdt.G/2016/PN Medan. Bahkan, katanya, perkara ini telah sampai banding dengan akte banding nomor 170/2015.
 
Akan tetapi, Mahmud melanjutkan, kemudian PT KAI mengeluarkan surat peringatan I dengan nomor KA.203/IX/1/DV.I-2016 dan surat peringatan II dengan nomor KA.203/IX/4/DV.I-2016 kepada masyarakat di Jalan Timah.
 
"Isi suratnya agar masyarakat membongkar bangunan mereka terhitung 7 hari. Jadi Sabtu depan nanti, mereka akan melakukan pembongkaran. Karena itulah kita minta tolong pada anggota dewan agar tidak terjadi pembongkaran itu," sambungnya. 
 
Menanggapi ini, Boydo menuturkan akan menghubungi pihak PT KAI terkait pembongkaran itu. "Kita akan tanyakan apakah memang ada sosialisasinya. Sabtu nanti saya juga akan usahakan ke sana untuk lakukan negosiasi dengan mereka," pungkasnya. (BS03)

Tags
beritaTerkait
Pidato Perdana pada Rapat Paripurna DPRD, Rico Waas Tekankan Medan untuk Semua
Walikota Medan Ikuti Paripurna Pemandangan Umum Fraksi DPRD Medan tentang Pencabutan Perda Nomor 2 Tahun 2015
Bobby Nasution Minta Hasil Reses Anggota DPRD Medan Diberikan Atensi dan Tuangkan Dalam RKPD 2026
Walikota Medan Apresiasi Raker DPRD Kota Medan yang Hasilkan Program Kerja 2025 untuk Kesejahteraan Masyarakat
50 Anggota DPRD Medan Periode 2024-2029 Dilantik, Berikut Daftarnya
Hari Pertama Ngantor di Sumut, Pj Gubernur Agus Fatoni Kunjungi Kantor DPRD Guna Perkuat Sinergitas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker