Selasa, 12 Mei 2026

Ikan Mati di Danau Toba Terus Bertambah, Belum Ada Solusi

Jumat, 06 Mei 2016 14:26 WIB
Ikan Mati di Danau Toba Terus Bertambah, Belum Ada Solusi
beritasumut.com/BS09
Ikan mengapung di Keramba Jaring Apung (KJA).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kematian ikan di Keramba Jaring Apung (KJA) milik warga Kelurahan Haranggaol Horisan, Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun terus bertambah. Jumlah ikan-ikan yang mati telah mencapai 1.800 Ton

Musibah kematian ikan di wilayah ini masih terus berlanjut. Tidak ada satu pihakpun yang dapat memastikan sampai kapan akan berakhir, serta langkah apa yang harus dilakukan masyarakat yang menggantungkan hidupnya di usaha penangkaran tersebut.

Sejumlah warga mengaku, kematian ikan sudah masuk ke tahap segala usia. Jika kemarin ikan-ikan yag mati rata-rata sudah berusia layak panen, kini bibit-bibit ikan juga turut bermatian.

Ketua RT Bandar Saribu Hasudungan Siallagan mengatakan, beberapa hari ini, masyarakat hanya bisa memanenratusan bangkai ikan untuk dikubur. Ia juga mengaku, Pemerintah Daerah masih belum memberikan solusi maupun bantuan kepada masyarakat yang kini dalam suasana berduka.

"Kita hanya berharap bencana ini segera berakhir. Hanya itu yang bisa kami lakukan, selain daripada mengevakuasi bangkai-bangkai ikan," ujarnya, kepada beritasumut.com, Jumat (06/05/2016).

Hingga kini, ratusan warga masih bergotong royong mengevakuasi bangkai-bangkai kapal, dengan menggunakan alat seadanya, dan sumbangan tumpangan kapal dari warga-warga lainnya.(BS09)

Tags
KJA
beritaTerkait
Pelatihan dan Workshop Pokja PKK, Pj Ketua TP PKK Sumut Harap Tingkatkan Kualitas SDM
Buka Workshop Pokja PKK se-Sumut, Nawal Sebut Kader PKK Punya Peran Strategis
Tiga Pandangan Presiden Jokowi dalam Menjadikan Hutan Bagian Aksi Iklim Global
Gubsu Edy Rahmayadi Ingatkan Jangan Main Mata Soal Menjaga Hutan
Edy Rahmayadi Ajak Aktivis Kehutanan Bantu Permasalahan Hutan di Sumut
Pokja Sumut Gelar Diskusi Publik 3 Tahun Kepemimpinan Eramas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker