Selasa, 19 Mei 2026

Langit Jakarta Tertutup Asap Tipis Dari Sumatera dan Kalimantan

Minggu, 25 Oktober 2015 17:09 WIB
Langit Jakarta Tertutup Asap Tipis Dari Sumatera dan Kalimantan
BMKG
Sebaran asap pada Ahad (25/10/2015) pukul 12.30 WIB.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas. Sebaran asap sangat tergantung pada arah angin. 

Demikian disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Ahad (25/10/2015).

Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Ahad (25/10/2015) pukul 08.30 WIB, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal. 

Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap. Asap tebal masih mengepung beberapa daerah. 

Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang  di Padang 200 m berasap, Pekanbaru 1.000 m berasap, Jambi 900 m berasap, Palembang 200 m berasap, Pontianak 800 m berasap, Ketapang 200 m berasap, Palangkaraya 100 m berasap, dan Banjarmasin 400 m berasap.
 
Masih menurut Sutopo, pasokan asap dari hotspot juga masih besar. Hotspot pantauan satelit Terra & Aqua pada Ahad pagi ada 1.187 hotpsot. Kualitas udara (PM10) di Pekanbaru 570 berbahaya, Jambi 518 Berbahaya, Palembang 325 Sangat Tidak Sehat, Pontianak 169 Tidak Sehat, Banjarbaru 73 Sedang, Samarinda 147 Sedang, dan Palangkaraya 1.511 Berbahaya. Hampir dua bulan lamanya warga di Riau, Jambi dan Palangkaraya terkepung asap level Berbahaya.
 
Sesungguhnya asap tipis di menutup langit Jakarta sudah berlangsung sejak Jumat (23/10/2015) hingga sekarang. Partikel halus dari asap tipis ini melayang di atmosfer pada ketinggian sekitar 1.000-3.000 meter. Pada pagi hari kelihatan lebih tebal karena bercampur dengan kabut atau uap air. 

"Masyarakat tidak ada yang perlu khawatir dengan adanya sebaran asap tipis dari kebakaran hutan dan lahan tersebut. Sifatnya temporer, yang mudah berubah setiap saat tergantung pada arah dan kecepatan angin. Kualitas udara di Jakarta saat ini masih normal hingga sedang. Justru asap kendaraan bermotor yang lebih berbahaya bagi kesehatan," pungkas Sutopo. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Kelompok Usaha Ikan Sale Tradisional Akui Manfaat Inovasi Alat Smart Strongbox Smoked dan Pemasaran Digital di Desa Bintang Meriah
Gencar Cegah Malaria, Satgas Yonif 126/KC Laksanakan Pengasapan Keliling Kampung di Perbatasan Papua
GMR Airport International Terpilih Jadi Mitra Strategis Pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu
Kemunculan Asap Hebohkan Warga, Brimob Terjunkan Personil ke Sipirok
Polresta Deli Serdang Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla Melalui CCTV Asap Digital
Terdeteksi 25 Hot Spot di Sumut, Wakil Gubernur Sumut Minta Semua Pihak Waspada Karhutla
komentar
beritaTerbaru
hit tracker