Senin, 01 Juni 2026

Operasi Gabungan Indonesia, Malaysia dan Singapura Terus Padamkan Api

Selasa, 13 Oktober 2015 20:37 WIB
Operasi Gabungan Indonesia, Malaysia dan Singapura Terus Padamkan Api
Twitter
Hujan turun di Air Sugihan, OKI, Sumsel, Senin (12/11/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Operasi gabungan Indonesia, Malaysia dan Singapura terus melakukan pengeboman air dari udara di daerah Air Sugihan, Cengal dan Indralaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Sebanyak 10 helikopter dan pesawat dikerahkan untuk melakukan water bombing di daerah tersebut.

Demikian disampaikan Kepusdatin Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/10/2015).

Dijelaskan, enam helikopter dan dua pesawat Air Tractor dari Indonesia melakukan water bombing sebanyak 149 kali di daerah Air Sugihan dan Pedamaran Timur. Helikopter Chinook Singapore melakukan water bombing enam kali di Pedamaran. Sedangkan pesawat Bombardier Malaysia melakukan water bombing 13 kali di Cengal. Berdasarkan laporan 85 persen kebakaran berhasil dipadamkan setelah dilakukan water bombing.

Masih menurut Sutopo, hujan buatan juga terus dilakukan menyemai awan potensial. Keringnya cuaca menyebabkan awan yang terbentuk mandul dan terbatas jumlahnya. Pada Senin (12/10/2015), turun hujan di Air Sugihan pada pukul 14.00 Wib dan 20.00 WIB. Total 72,3 ton garam sudah ditaburkan di awan di daerah Sumsel sejak Agustus hingga sekarang.

Operasi udara ini akan diperkuat tambahan satu unit pesawat Hercules L382G bomber dari Australia yang mampu membawa air 15.000 liter. Direncanakan pesawat tersebut tiba sore tadi pukul 18.00 WIB dan beroperasi 13-20 Oktober 2015 di Sumsel.

Selain operasi udara, pemadaman di darat dilakukan oleh tim gabungan sebanyak 3.694 personel TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD dan lainnya. Pembangunan sekat kanal di Air Sugihan sudah mencapai 3,84 km dan saat ini sedang dinormalisasi.

"Titik panas (hotspot) baru masih bermunculan. Tercatat ada 138 hotspot di Sumsel pada hari ini. Rawa gambut yang kering dan terlanjur terbakar sulit dipadamkan karena daerah yang terbakar bukan hanya permukaan, bahkan hingga pada kedalaman 5 meter," beber Sutopo.

Kepala BNPB Willem Rampangilei, masih terus memimpin komando penanganan bencana asap di Sumsel. Semua bantuan asing di bawah komando penuh Kepala BNPB. Setiap hari dilakukan briefing dan evaluasi dari aktivitas pemadaman api, pungkas Sutopo. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Latihan Paskibra Binjai Dipandu Kodim, Polwan, dan Dispora
Sambut HUT Indonesia, 63 Personil Paskibra Binjai Atur Formasi
 Presiden Jokowi: Lindungi Anak Dari Dampak Negatif Teknologi dan Konsumsi Informasi
Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini
Target Tembus Rekor MURI, Dinkes Medan Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Terbanyak se-Indonesia
Kominfo Dukung Hari Game Indonesia Pada 8 Agustus Mendatang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker