Selasa, 12 Mei 2026

Lagi, HMI Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Jumat, 21 November 2014 23:13 WIB
Lagi, HMI Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Ratusan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menggeruduk Gedung DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (21/11/2014) pukul 16.30 WIB. 

Dalam aksi ini, pagar gedung dewan rusak dan nyaris roboh. Mereka meminta tindaklanjut dari aksi pada Rabu (19/11/2014) lalu tentang penolakan mereka terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka juga mengusir anggota dewan dari Koalisi Merah Putih.

Aksi ini cukup mengejutkan satuan pengamanan (Satpam) DPRD Sumut sehingga mereka langsung menutup gerbang. Hal itu ternyata memancing emosi massa yang langsung berusaha mendobraknya.

"Ini rumah kami. Kami mau bertemu dengan anggota dewan dari Koalisi Indonesia Hebat. Mana kalian," teriak salah seorang massa.

Namun tak terlihat seorang pun anggota dewan yang mereka maksud datang menemui massa aksi. Hal itu memancing emosi mahasiswa. Lalu mereka mulai mengguncang pagar dan tetap meneriakkan kata-kata penolakan kenaikan BBM. 

Setelah itu, Anggota DPRD Sumut Hanafiah Harahap dan Ikrimah Hamidy datang menemui massa. Namun Politisi Golkar dan PKS itu ditolak. Massa tetap menginginkan KIH yang datang. 

Sambil menunggu, massa tetap mengguncang pagar dan membakar ban. Tak lama setelah itu, anggota Fraksi Golkar lainnya, Indra Alamsyah juga datang menemui massa. Namun tetap tak membuahkan hasil, sampai akhirnya Wasner Sianturi dari PDI Perjuangan datang menemui massa. Namun salah seorang mahasiswa tak percaya Wasner adalah anggota dewan.

"Mana kartu anggota dewannya? Atau tanda pengenal bapak. Gak percaya kami. Gak terkenal namanya," teriak massa.

Hal itu membuat Wasner sedikit tersinggung. Dia kemudian meminta massa mengutus perwakilan untuk menemuinya di ruangan. Tapi hal itu juga ditolak. Penolakan itu membuat Wasner semakin tersinggung kemudian meninggalkan massa. 

Tak lama sepeninggal Wasner, massa kemudian kembali mengguncang pagar dan membakar ban lagi. Akibatnya, pagar DPRD Sumut rusak. Beberapa besi pagar itu patah. Setelah itu, massa kemudian membuabrkan diri sambil mengancam akan membawa massa yang lebih besar lagi, jika tuntutan mereka tidak direalisasikan.

Sebelumnya, massa juga berdemo menolak kenaikan BBM. Massa meminta wakil rakyat untuk membuat harga BBM tandingan, seperti DPR RI tandingan yang dibuat KIH di Senayan. Saat itu, dua anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra, Astra Yudha Bangun dan Yantoni Purba menyatakan setuju dengan aspirasi mahasiswa yang menilai kebijakan Jokowi JK sangat buruk bagi rakyat. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Pengecer Tak Lagi Jual LPG 3 Kg, Pemerintah Bilang Bukan Persulit Rakyat
Antisipasi Praktek Plagiarisme, Ini yang Dilakukan Unimed
Pura-pura Pesan Nasi Kotak, Sepeda Motor Suhatman Dibawa Lari OTK
Lagi Masak, Seorang Ibu Hamil Bersama Tiga Orang Tewas Disambar Petir
Ditabrak OTK di Delitua, IRT Tak Sadarkan Diri
Masalah Gizi di Indonesia Jadi Faktor Penghambat Pembangunan Nasional
komentar
beritaTerbaru
hit tracker