Rabu, 29 April 2026

Lagi Masak, Seorang Ibu Hamil Bersama Tiga Orang Tewas Disambar Petir

Rabu, 24 Agustus 2016 20:45 WIB
Lagi Masak, Seorang Ibu Hamil Bersama Tiga Orang Tewas Disambar Petir
BERITASUMUT.COM/IST
Hujan deras disertai petir.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Empat warga Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), yakni Delima Munthe (30), Felisiani (24) (Sedang hamil enam bulan), Ramanda Sari (8), dan Juli Ariansyah (6) tewas setelah disambar petir saat memasak di Perumahan/Barak Karyawan Dusun Sumber, Desa Teluk Binjai, Kecamatan Kualuh Hilir, Labura, Selasa (23/08/2016).
 
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting mengatakan, peristiwa nahas itu terjadi pada Selasa sekitar jam 17.30 WIB kemarin. Namun baru diketahui adanya kejadian itu, Rabu (24/08/2016). "Memang kejadiannya kemarin, tetapi baru kita ketahui tadi pagi," katanya.
 
Menurut Rina, terjadinya peristiwa itu saat korban sedang memasak di salah satu rumah di kompleks tersebut. "Daerah itu memang sedang diguyur hujan deras dan dibarengi dengan desiran angin dan petir," ujarnya.
 
Mungkin, sambung Rina, para korban tidak menyadari petir tersebut akan menyambar rumahnya. Sehingga aktivitas masak-memasak terus dilanjutkan. Apalagi pada saat itu sudah jam 17.30 sore.“Menurut saksi mata atau tetangga korban yang melihat kejadian itu berlangsung cepat, setelah gemuruh petir tersebut selesai korban langsung tergeletak tanpa ada teriakan apapun," sebutnya.
 
Melihat itu, lanjutnya, warga sekitar langsung berupaya mengevakuasi korban ke Rumah Sakit (RS) Avicenna di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Simpang Siranggong, Desa Damuli Pekan, Kecamatan Kuluh Selatan, Labura, setelah suara petir berhenti untuk mendapat pertolongan. Namun, dalam perjalanan para korban sudah meninggal dunia."Dalam perjalanan, keempat korban itu sudah meninggal dunia sebelum ditangani tim medis," terangnya.
 
Dia menjelaskan, dalam peristiwa itu pihaknya sudah memintai keterangan dan melihat langsung kondisi lokasi kejadian."Jasad korban sudah diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk dikebumikan, sedangkan proses pemeriksaanya dilakukan oleh Polsek Hilir dengan saksi bernama Nasib (30). Jadi berdasarkan keterangan saksi koronologisnya begitu," ungkapnya.
 
Terpisah, Kapolres Labura AKBP Teguh Yos Wardie mengatakan, para korban merupakan karyawan dari salah satu perusahaan swasta. Kebetulan, saat hendak pulang ke rumah masing-masing, kawasan itu diguyur hujan dan akhirnya memilih untuk berteduh di lokasi kejadian.
 
"Proses penyelidikan kita sebenarnya tidak sampai pada fase itu, kita hanya memastikan apa penyebab kematian korban, benarkah disambar petir tau tidak? Ternyata setelah dipastikan oleh tim medis, korban meninggal karena disambar petir maka prosesnya tidak dilanjutkan," katanya.
 
Namun, sambungnya, sebagai manusia, Polres Labura memberikan pelayanan terbaik sebagai bentuk rasa empati dan dukungan moral bagi keluarga korban."Yang pasti, secara moril kita memberikan dukungan pada keluarga korban. Dan sebagai Polisi kita memberikan pelayanan," pungkasnya.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Angka Lakalantas Turun 68 Persen, Polda Sumut Maksimalkan Pengamanan Arus Balik
Rapim Polda Sumut Tahun 2025, Kapolda Instruksikan Tekan Angka Kecelakaan Lalulintas dan Kurangi Kemacetan
Hasil Visum Artis Sandy Permana Tewas Usai Ditikam di Dada hingga Leher
Mobil Fortuner Yang Dikemudikan Mahasiswa Tabrak Sepedamotor, Tiga Orang Tewas
Mantan Bek Timnas Rusia, Aleksei Bugayev, Tewas dalam Perang di Ukraina
Jenderal Rusia Tewas Dibom Ukraina, Putin Akui Kegagalan Keamanan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker