Selasa, 19 Mei 2026

Asap Selimuti Kota Medan

Kamis, 18 September 2014 22:19 WIB
Asap Selimuti Kota Medan
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Asap menyelimuti wilayah udara Kota Medan dalam dua hari terakhir. Namun, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan menyatakan kecil kemungkinan asap itu berasal dari kebakaran lahan di Jambi dan Palembang.

Dua hari terakhir jarak pandang di Kota Medan sekitarnya semakin berkurang. Jika kemarin biru langit masih terlihat, hari ini, Kamis (18/9/2014), semua diselimuti kabut.

"Sejak kemarin kondisi cuaca di Medan masih berawan dan berpeluang hujan. Sementara jarak padang di wilayah Medan sekitar 2 Km (normal 5 Km)," kata Endah Paramita, staf analisa cuaca BMKG Wilayah I Medan, Kamis (18/9/2014).

Dia memaparkan, satelit mendeteksi 23 hotspot di Sumatera. Namun tidak satu pun  titik panas itu di wilayah Sumatera Utara.

Sementara itu, angin ke Kota Medan bergerak dari arah Barat Daya. Pihak BMKG menyatakan kecil kemungkinan asap itu berasal dari kebakaran lahan di Jambi dan Palembang.

"Berdasarkan titik apinya. Yang di Palembang itu tidak berpengaruh ke kita, karena jaraknya jauh," ujar Endah.

Lebih jauh mengenai asal asap ini, pihak BMKG juga mendapat informasi mengenai musim panen padi di kawasan Deli Serdang. Ada dugaan asap berasal dari pembakaran sisa panen yang dilakukan petani di kawasan itu. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Kelompok Usaha Ikan Sale Tradisional Akui Manfaat Inovasi Alat Smart Strongbox Smoked dan Pemasaran Digital di Desa Bintang Meriah
Gencar Cegah Malaria, Satgas Yonif 126/KC Laksanakan Pengasapan Keliling Kampung di Perbatasan Papua
GMR Airport International Terpilih Jadi Mitra Strategis Pengelolaan Bandara Internasional Kualanamu
Kemunculan Asap Hebohkan Warga, Brimob Terjunkan Personil ke Sipirok
Polresta Deli Serdang Gelar Sosialisasi Pencegahan Karhutla Melalui CCTV Asap Digital
Terdeteksi 25 Hot Spot di Sumut, Wakil Gubernur Sumut Minta Semua Pihak Waspada Karhutla
komentar
beritaTerbaru
hit tracker