Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta aparat penegak hukum dan pemerintah menertibkan petasan selama bulan suci Ramadhan karena sudah sangat mengganggu warga saat menjalankan Sholat Tarawih.
“Kami berharap pihak kepolisian atau Pemerintah Kabupaten Madina menertibkan petasan dan mercon yang telah meresahkan sebagian warga yang melaksanakan sholat,” kata salah seorang warga Panyabungan, Jamil, Kamis (11/7/2013).
Ditambahkannya, warga sangat menyayangkan aparat kepolisian dan pemerintah yang membiarkan peredaran petasan dan mercon yang semudah itu sampai ke tangan anak-anak.
Selain dapat membahayakan, petasan dianggap sangat mengganggu kenyaman warga dan juga berpotensi mengganggu kekhusyukan ibadah warga yang sedang menjalankan Sholat Tarawih dan mengaji, paparnya.
Hal yang sama dikeluhkan Nur Jannah (45) yang juga warga Panyabungan. Dikatakan, warga sangat terusik dengan suara-suara petasan yang begitu kuat.
“Saya sangat heran, bisanya penjual petasan terang-terangan berjualan di pinggir jalan Pasar Lama, Panyabungan, sehingga sangat mudah dijangkau anak-anak. Kita melihat tidak ada tindakan pemerintah,” sebutnya.
Diharapkan ada ketegasan kepolisian dan pemerintah untuk melakukan penertiban agar warga bisa menjalankan ibadah dengan khusuk selama bulan suci Ramadhan ini, pintanya.
(BS-026)
Tags
beritaTerkait
komentar