Kamis, 12 Februari 2026

Kuliah Kebangsaan Anies Baswedan "Lentera Demokrasi Jalan Menuju Keadilan Sosial"

Selasa, 17 Desember 2024 07:00 WIB
Kuliah Kebangsaan Anies Baswedan "Lentera Demokrasi Jalan Menuju Keadilan Sosial"
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

beritasumut.com - Serikat Mahasiswa Universitas Paramadina kembali menggelar Kuliah Kebangsaan Volume 2 dengan tema “Lentera Demokrasi Menerangi Jalan Menuju Keadilan Sosial”.

Acara yang menghadirkan tokoh nasional Anies Baswedan, Ph.D. ini diselenggarakan Selasa (16/12/2024), di Auditorium Gedung Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina Kampus Cipayung.

Dr. Fatchiah E. Kertamuda, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina mengawali sambutannya dengan mengingatkan kembali visi besar Cak Nur, pendiri Universitas Paramadina. Ia menekankan pentingnya core value leadership, ethics, dan entrepreneurship yang dirancang untuk mengintegrasikan keindonesiaan, keislaman, dan kemodernan sebagai fondasi yang harus diimplementasikan oleh para mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam kuliah kebangsaan ini, Anies Baswedan yang pernah menjadi Rektor Universitas Paramadina dan mencetuskan program Mata Kuliah Antikorupsi pada tahun 2008, menyampaikan pandangan yang tajam mengenai perjalanan demokrasi dan pentingnya keadilan sosial dalam kehidupan berbangsa.

“Proses menjadi bangsa Indonesia sangat panjang, tetapi pada dasarnya, Indonesia merdeka untuk menegakkan keadilan sosial. Hal ini tertuang jelas dalam Pembukaan UUD 1945, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Anies juga menyoroti ketimpangan yang masih terjadi di berbagai sektor, khususnya kesehatan dan pendidikan, sebagai hambatan utama dalam mencapai keadilan sosial.

Ia berbagi pengalaman saat memimpin Jakarta di masa pandemi COVID-19, di mana masyarakat dari luar Jakarta kerap datang ke ibukota untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik. “Ketimpangan ini harus dibereskan jika kita ingin menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegasnya.

Selain itu, Anies mengangkat isu tentang penyusutan kelas menengah di Indonesia. Menurutnya, tantangan ini berakar pada menurunnya daya beli masyarakat. “Namun, kecerdasan, kompetensi, dan kemampuan kelas menengah kita tetap terjaga. Untuk menjaga keberlanjutan kelas menengah, pendidikan terutama pendidikan tinggi memiliki peran sebagai eskalator yang memungkinkan masyarakat kelas bawah naik ke kelas menengah,” jelas Anies.

Ia menekankan pentingnya kesetaraan dalam akses pendidikan tinggi. “Jika pendidikan tinggi terlalu mahal, masyarakat kelas bawah akan kesulitan untuk naik kelas. Kesetaraan di bidang pendidikan adalah kunci untuk menciptakan mobilitas sosial yang sehat dan berkeadilan,” ujarnya.(ril)

Editor
: Herman
Tags
beritaTerkait
Universitas Paramadina Gelar Paramadina Leaders Camp untuk Pengembangan Kepemimpinan Mahasiswa
Respons Anies soal Murid di Medan Disanksi Belajar di Lantai
Pilkada Jakarta, PKS Resmi Usung Anies Bawesdan-Shohibul Iman
Anies Baswedan dan Rhoma Irama Bersatu untuk Pemilu 2024 yang Jujur dan Adil
Kampanye di Medan, Calon Presiden Anies Bawesdan Paparkan Sejumlah Program
Jusuf Kalla: Bangsa Indonesia Butuh Cendekiawan, Pemimpin dan Entrepreneur Terbaik
komentar
beritaTerbaru
hit tracker