Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara melakukan aksi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (12/6/2013). Dalam aksi itu buruh menolak rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Sumut Minggu Saragih mengatakan, persoalan-persoalan kaum buruh dan persoalan masyarakat umumnya masih melanda negeri ini. Banyak kebijakan pemerintah yang tidak peduli akan nasib buruh dan rakyatnya.
Dia menambahkan, rata-rata kenaikan upah pekerja Tahun 2013 sebesar 18,23 persen akan tergerus dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokokk, perumahan, transportasi, kesehatan dan lain sebagainya. "Konsumsi BBM bersubsidi semakin meningkat karena gagalnya pemerintah mengefektifkan pemakaian gas untuk pembangkit listrik, industri dan transportasi dalam negeri," ujar Minggu.
Bahkan, dalam beberapa bulan ini pemadaman listrik bergilir di Sumut semakin marak terjadi yang dipastikan sangat merugikan seluruh masyarakat. Padahal listrik menjadi kebutuhan mendasar untuk masyarakat dalam segala hal.
Adapun tuntutan buruh itu yakni tolak rencana kenaikan harga BBM, stop pemadaman listrik yang sering dilakukan oleh PT PLN yang merugikan masyarakat, laksanakan segera BPJS kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia berlaku 1 Januari 2014 dan jalankan BPJS Ketenagakerjaan/jaminan pensiun mulai 1 Juli 2015, tolak upah murah terhadap buruh dan naikkan UMP/UMK Tahun 2014 minimal 35 persen, tolak rencana penghapusan UMP yang dilakukan Gubernur Sumut, hapuskan UMP yang dilakukan oleh Gubernur Sumut, hapuskan sistem kerja outsourcing/biro jasa yang melanggar UUK demi hukum diangkat menjadi pekerja tetap, meminta maskapai penerbangan Lion Air agar bertanggung jawab atas kehilangan 1 unit note book yang merupakan inventaris FSPMI Sumut di bagasi tercatat, boikot Lion Air yang lalai dalam melayani konsumennya.
Pantauan wartawan, massa sempat merobohkan kawat berduri yang membentang di depan pintu masuk Kantor Gubernur Sumut sambil membakar ban. Kawat berduri tersebut terlihat diinjak-injak oleh massa dengan alasan, massa melakukan aksi damai bukan aksi yang anarkis. "Ngapainlah pake kawat berduri ini, toh kita bukan mau anarkis, kitakan melakukan aksi damai," ujar salah seorang pengunjukrasa.
(BS-033)
Tags
beritaTerkait
komentar