Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Walikota Medan nonaktif Rahudman Harahap menghadiri acara syukuran atas penerimaan anugrah Piala Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan. Acara syukuran ini digelar Medan Bisnis Forum didukung tiga Perusahaan Daerah (PD) Kota Medan yakni PD Pembangunan, PD Pasar dan PD Rumah Potong Hewan di Café/Galeri Warisan Tempo Doeloe, Jalan Abdullah Lubis, Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/5/2013). Hadir Sekda Medan Syaiful Bahri Lubis, Direksi Perusahaan Daerah, pimpinan asosiasi usaha, profesianal dan praktisi.
Acara syukuran ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara tiga PD Kota Medan dengan Medan Bisnis Forum tentang kesepakatan untuk menjalin kerjasama penguatan kelembagaan PD Kota Medan dalam mengkoordinasikan pengendalian inflasi di Medan, yakni ketiga PD menyiapkan website untuk dimanfaatkan sebagai kebutuhan oleh masyarakat konsumen, perlunya sertifikasi guna mewujudkan profesional karyawan PD, dan para pihak sepakat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Medan diperlukan percepatan pembangunan dengan mengoptimalkan peran PD.
Rahudman mengatakan, inflasi ibarat penyakit yang siap menggerogoti. Karena itu inflasi ini harus dijaga dan dikendalikan. Ada beberapa hal yang harus digarisbawahi dalam menyikapi inflasi yakni bagaimana harus membuat agar TPID bekerja lebih efektif, melakukan intropeksi, artinya mencari faktor yang selama ini menjadi kendala seperti masalah struktural, maupun monitoring dan evaluasi, TPID merupakan masalah logistik sebab inflasi merupakan perpaduan antara arus uang dan arus barang, masalah iklim usaha dan iklim investasi, selanjutnya masalah ketahan pangan, dan terakhir respon terhadap bencana.
Dikatakannya, Pemerintah Kota Medan pada 2012 telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan inflasi, antara lain pelaksanaan pasar murah dan operasi pasar, sehingga mampu menjaga stabilitas harga maupun ketersediaan barang, percepatan penyaluiran beras miskin (Raskin) kepada keluarga tidak mampu, dan yang tidak mendapat raskin, Pemko Medan meluncurkan program Medan Peduli. Semua upaya yang telah dilakukan ini dapat menekan harga dipasaran sehingga dapat tekendali, dan terus berkoordinasi dengan BI, BPS dan Bulog sehingga harga sembako bisa ditekan di pasar.
Menurutnya, langkah-langkah yang dibuat didalam mengendalikan inflasi berbuah manis, penghargaan TPID yang diterima ini tentunya dapat memotivasi, sebab tantangan pada 2013 ini jauh lebih berat. Untuk itu lngkah-langkah yang telah dilakukan terus ditingkatkan lagi, laju inflasi tentunya sangat penting untuk dikendalikan terutama dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, terlebih lagi pada tahun ini pemerintah merencanakan akan menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tentunya akan memberikan efek ganda terhadap seluruh segi kehidupan ekonomi masyarakat.
“Yang digelar oleh Medan Bisnis Forum hari ini yang saya anggap bukan syukurannya tetapi adalah koordinasinya. Apa yang telah dilakukan dalam capai pengendalian inflasi ini merupakan dedikasi semua steakholder dan masyarakat yang kita persembahkan untuk Kota Medan. Mari ini kita pertahankan sehingga laju inflasi dapat ditekan, karena ini dapat mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujar Rahudman.
Devina R Sitepu mewakili Bank Indonesia Wilayah 9 mengatakan, BI bersyukur dan bangga Medan mendapat penghargaan TPID terbaik di Sumatera dan ini merupakan kemenangan Sumut yang pertama. Kota Medan telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada Sumatera sebesar 83 persen, dan BI sendiri senantiasa terus berusaha kendalikan kesetabilan harga-harga. Pemerintah Kota Medan dalam upaya menekan laju inflasi dengan sejumlah programnya telah menekan angka inflasi sebesar 3,86 persen sedangkan Sumatera Utara sebasar 3,87 persen.
Ketua Medan Bisnis Forum Khairul Mahalli mengatakan, kerja pengendalian inflasi bukan kerjaan sehari tetapi merupakan pekerjaan komando dari Walikota Medan beserta jajarannya. Untuk itulah atas nama semua pengusaha yang tegabung dalam Medan Bisnis Forum para pelaku usaha jasa dan Industri, yang didukung tiga PD Kota Medan melaksanakan syukuran atas penerimaan penghargaan terbaik piala TPID 2012 yang diraih Medan.
Menurutnya, sebagai para pengusaha dengan pengendalian inflasi ini adalah bagaimana pangsa pasar antara suply dan demand, antara permintaan barang dangan stok barang yang ada bisa dikendalaikan, justru karena itu kerjasama antara pemerintah dan swasta ini bisa dimitrakan. Jadi Medan Bisnis Forum, para asosiasi baik itu eksportir maupun importir yang mengguna jasa, semua ini harus bersama-sama, kemitraan inilah yang diharapkan. Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, sedangkan pengusaha sebagai operaternya bagaimana menjalankan ini secara bersama-sama dan ini tidak saja sampai di sini tetapi terus sampai menuju Medan madani yang betul-betul profesional, metropolitan yang utuh. (BS-024)
Tags
beritaTerkait
komentar