Selasa, 26 Mei 2026

Walikota Medan Buka Konferensi Asia-Eropa

Kamis, 28 Februari 2013 10:49 WIB
Walikota Medan Buka Konferensi Asia-Eropa
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Dalam abad millenium ini, pendidikan dirasakan telah dimaknai semakin luas dari sebelumnya. Bila dahulu pendidikan selalu dikonotasikan sebagai aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah ataupun perguruan tinggi, maka pada saat ini pendidikan sudah lebih dimaknai sebagai proses-proses dan interaksi yang dapat berlangsung dimanapun, kapanpun serta oleh siapapun yang dapat menghasilkan transfer ilmu pengetahuan, serta pembentukan karakter individu, masyarakat dan bangsa.

“Saat ini proses pendidikan telah terintegrasi secara global tanpa batas, bahkan proses pendidikan akan mengenali atau mendapatkan dunia empiriknya di semua belahan dunia,” ujar Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM saat membuka acara Konferensi Asia-Eropa II Tahun 2013 yang diikuti 100 orang pelajar dan guru dari 6 negara ditambah perwakilan siswa dan guru dari sekolah di Kota Medan di Hotel Santika Dyandra, Medan, Sumatera Utara, Selasa (26/02/2013).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi, Sekda Ir Syaiful Bahri MM Lubis, Kakanwil Kementerian Agama Sumut Drs H Abdul Rahim MHum, Direktur Khatulistiwa Pendidikan Indonesia Nina Feyruzi, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan Drs H Iwan Zulhami, Kepala SLTA se se Kota Medan dan Pimpinan SKPD Pemko Medan.

Dikatakannya, proses belajar mengajar juga tidak lagi harus selalu didominasi dan bersifat tatap muka. Saat ini begitu banyak media yang bisa memfasilitasi setiap individu dan kelompok untuk meraih ilmu pengetahuan dan teknologi secara cepat, mudah dan sederhana bahkan dapat dilakukan secara mandiri. Semua itu tentunya karena saat ini kita telah berada dalam era teknologi informasi yang semakin digital.

Menurutnya, dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, sudah saatnya semua institusi pendidikan dapat memodernisasi proses belajar mengajar yang diselenggarakan, hal ini bahkan dapat mendorong peserta didik untuk lebih kreatif dan inovatif, sekaligus memiliki kapasitas yang lebih besar untuk menyerap ilmu pengetahuan dan teknologi.          

Ditambahkan, pendidikan merupakan bagian dari hak-hak pokok setiap individu yang harus difasilitasi oleh negara, pendidikan juga merupakan faktor utama pembentukan karakter individu masyarakat, dan bangsa, pendidikan membangun kemampuan kompetitif, menciptakan efesiensi, efektifitas dan produktifitas yang lebih baik dan menciptakan bangsa yang unggul, namun perlu diperhatikan ilmu pengetahuan dapat menimbulkan hawa nafsu menggiring manusia pada eksplorasi sumber daya alam secara berlebihan, bahkan hal ini disinyalir telah berlangsung berabad-abad, yang dilakukan secara sadar atau tidak sadar.

“Melalui kesadaran global saat ini kita semua sedang mengkampanyekan global warming. Untuk memberhasilkannya, kita tidak boleh terjebak pada pola pikir prasangka dan saling menyalahkan, kita harus melakukan langkagh-langkah strategis bersama untuk menyelamatkan bumi dengan melakukan hal-hal dimulai dari yang paling kecil dan sederhana,” ujarnya.

Lebih lanjut Rahudman mengatakan, kita harus bangga mengapresiasi bahwa pertemuan untuk masalah budaya bidang pendidikan bisa dilakukan di Kota Medan, dimana pesertanya dari berbagai negara Asia dan Eropa ikut ambil bagian, dan ikut memberikan kontribusi, dan ini didukung oleh berbagai lembaga pendidikan, dan kegiatan ini dilakukan yang pertama sekali di Singapura dan selanjutnya yang kedua di Kota Medan, diharapkan dengan pertemuan ini dapat terbangunnya hubungan antara kota dalam hal meningkatkan kualitas pendidikan, kemungkinan terbukanya pertukaran pelajar antar negara dan peserta saling mengenal budaya, karena budaya erat kaitannya dengan pembangunan karakter.

Sebelumnya Kepala MAN 1 Medan DR Burhanuddin Harahap melaporkan, Konferensi Asia-Eropa ini merupakan salah satu kegiatan berbasis pendidikan yang diselenggarakan melalui salah satu program pendidikan Asia-Europe Foundation (Asef) yaitu melalui Asia-Erurope Classroom (AEC), mengangkat tema “Membawa Teknologi, Budaya dan Lingkungan ke Dalam Kelas”, peserta konferensi sebanyak 100 orang terdiri dari siswa dan guru dari enam negara yakni Italia, Yunani, Philipina, Malaysia, Singpura dan Indonesia, ditambah siswa dan guru perwakilan dari sekolah di Kota Medan.

Menurutnya, dengan Konferensi Asia-Eropa tentang pendidikan lingkungan dan budaya diharapkan kiranya seluruh peserta konferensi dan siswa-siswa dan guru-guru dapat mengambil kesimpulan seperti apa sebenarnya kepentingan dari pada pendidikan dan budaya serta lingkungan, karena ini merupakan problem besar di dunia maka kita berharap supaya mereka betul-betul memahami makna pendidikan, lingkungan dan budaya di dunia. (BS-024)

Tags
beritaTerkait
Tersangka Bersama Ramadhan Pohan, Savita Juga Tidak Ditahan
Terkait Pilkada Medan, Ramadhan Pohan Ditangkap Polda Sumut
Wakil Walikota Medan Apresiasi Dhamma Talk Bukan Siapa Siapa
Audiensi dengan Walikota Medan, APSINDO Sampaikan Bidik Limbah Plastik dari TPA
Ikut Demo di Walikota, 21 Siswa Sekolah Diamankan Polresta Medan
Lapangan Merdeka Medan Alami Transformasi Fungsi Ruang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker