Selasa, 02 Juni 2026

700-an Guru Honor di Simalungun Dipecat, DPRD Sumut Akan Panggil JR Saragih

Rabu, 26 April 2017 21:15 WIB
700-an Guru Honor di Simalungun Dipecat, DPRD Sumut Akan Panggil JR Saragih
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Sekitar 700-an guru honor mengalami pemecatan sepihak yang dilakukan Pemkab Simalungun. Terkait hal tersebut, DPRD Sumatera Utara (Sumut) akan segera memanggil Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih dan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Simalungun Resman Saragih. 
 
"Kita akan segera panggil Bupati Simalungun dan Kepala Dinas Pendidikan terkait pengaduan guru ini," kata anggota DPRD Sumut, Muchrid Nasution (Coki) saat menerima perwakilan Forum Guru Honor Simalungun yang berunjuk rasa di gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (26/04/2017).
 
Menurut Coki, permasalahan guru di Simalungun sangat miris. Apa yang terjadi ini merupakan masalah di banyak daerah, sehingga harus ditindaklanjuti segera. 
 
Anggota DPRD Sumut lainnya, Zulfikar menambahkan Bupati harus menuntaskan masalah guru-guru ini. "Pemerintah yang tidak memperhatikan guru, tidak akan bertahan lama. Itu harus dicamkan Bupati Simalungun," katanya.
 
Sebelum diterima anggota dewan, ratusan massa gabungan dari guru dan aktivis berunjuk rasa di depan kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (26/04/2017) pagi. Mereka menuntut DPRD Sumut agar memanggil dan memeriksa Bupati Simalungun JR Saragih karena telah memecat 700-an guru honor di Kabupaten Simalungun secara sepihak.
 
Sebelumnya guru-guru yang dipecat ini telah mengadu ke DPRD Sumut atas tindakan pemecatan sepihak yang dilakukan Pemkab Simalungun. Pemecatan ini dinilai tidak realistis karena sekolah tempat para guru tersebut mengajar masih kekurangan guru. "Kami minta DPRD Sumut agar memanggil dan memeriksa JR Saragih," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Sumut Liston Hutajulu dalam orasinya.
 
Edi Siahaan, perwakilan guru honor Simalungun (FGHS) itu berteriak-teriak dan menjerit. "Kami diperlakukan tidak manusiawi. Kami mencerdaskan anak didik tapi kami dipecat dan diintimidasi. Dimana hati nurani Bupati Simalungun?" teriaknya.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah Sukses Gelar PKM, Guru SD di Medan Kini Lebih Kompeten Cegah Stunting
Guru Hebat, Indonesia Kuat! Peringatan HGN ke-80 di MAS Proyek Univa Medan Penuh Makna dan Kebersamaan
Gubernur Sumut Buka Puasa Bersama Pimpinan DPRD Sumut
Presiden Prabowo Luncurkan Mekanisme Baru, Tunjangan Guru ASN Daerah Kini Lebih Cepat dan Transparan
Walikota Medan Sidak Mal Pelayanan Publik, Baru 5 Menit Pelayanan Online KTP Dibuka, Langsung Habis
Audiensi IKLAB RAYA, Erni Ariyanti Tanggapi Pemekaran Sumatera Timur dan Sekolah Unggulan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker