Rabu, 22 Juli 2026

Prodi S1 Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Undang Joko Santoso di Studium General

Kamis, 13 April 2017 22:30 WIB
Prodi S1 Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Undang Joko Santoso di Studium General
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com– Program Studi S1 Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Studium General (kuliah umum), di ruang Aula Fakultas Adab dan Humaniora kampus setempat, Kamis (13/04/2017). Kuliah umum ini mengangkat tema ‘Eksistensi Perpustakaan di Era Digitalisasi : Peluang dan Tantangan’.
 
Kuliah umum ini menjadi istimewa sebab menghadirkan narasumber utama yakni Dr Joko Santoso MHum, Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional RI. Dipandu oleh Drs Saifuddin A Rasyid M LIS, hadir pula Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Syarifuddin MA PhD yang diwakili oleh Wakil Dekan I bidang akademik dan kelembagaan, Drs Nasruddin AS M Hum. 
 
Dalam arahan dan sambutannya, Nasruddin mengatakan di era digital dan perkembangan teknologi sudah mengubah seluruh aspek tidak terkecuali dunia perpustakaan. “Era digital menuntut kita semua untuk berubah dan tidak ada pilihan lain kecuali ikut didalam era tersebut. Kalau pustakawan dan mahasiswa ilmu perpustakaan masih hidup di era konvensional, kita di anggap gagal mengikuti perkembangan zaman dan tidak mau berubah,” ujarnya di pembukaan acara.
 
Sebelumnya, ketua Prodi S1 Ilmu Perpustakaan, Zubaidah MEd dalam laporannya mengatakan hingga saat ini prodi S1 Ilmu Perpustakaan sudah melahirkan 469 alumni yang sudah tersebar diberbagai perpustakaan baik di daerah maupun di instansi pemerintahan/swasta.Ledakan informasi, menurut Zubaidah berkembang setiap detik bukan setiap menit lagi. Hal ini tentu membuat peran pustakawan juga berubah dari paradigm sebagai pengelola perpustakaan menjadi pengelola informasi.
 
“Dunia terasa jadi lebih kecil karena orang dapat mengetahui dan mendapatkan informasi tentang apa yang terjadi di bagian lain dunia ini dengan cepat, bahkan dalam waktu yang bersamaan. Oleh karena itu kita selaku pustakawan harus siap dengan perkembangan dan perubahan,” jelas Zubaidah.
 
Sementara itu, Dr Joko Santoso MHum dalam materinya menjelaskan bahwa tantangan pustakawan di era digitalisasi disebabkan beberapa hal yaitu pengembangan koleksi digital, pengembangan infrastruktur TIK dan sarana prasaran perpustakaan, pengembangan anggaran terkait dengan infrastruktur TIK dan koleksi, pengembangan kecakapan TIK SDM serta pengembangan layanan pemustaka.
 
"Ada 6 elemen dasar perpustakaan diantaranya, layanan teknis digital, pengembangan koleksi dalam sumber elektronik, katalog berbasis web, pengiriman dokumen digital, komunikasi dan transaksi online dan ketenagaan dan kepustakawanan berbasis sistem informasi," jelas Joko.
 
Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan perlunya kepedulian dan kerjasama semua pihak untuk menyediakan dan membuka akses berbagai data, informasi, dokumen dan publikasi untuk meningkatkan literasi informasi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang cerdas. “Gerakan akses terbuka (open acces) membantu untuk melindungi hak-hak pengguna terhadap karya intelektual yang dibuat untuk kebaikan dan kemanfaatan yang lebih besar,” pungkasnya. (Rel)

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Hadapi Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tingkatkan Kompetensi Operator SPBU di Aceh
Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut-Pemkot Banda Aceh Lakukan Pengawasan Takaran BBM dan LPG
Pengurus KADIN Medan Salurkan Bantuan Sosial ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang
Lulusan Kampus Energi Didorong Jadi Penggerak Transisi Energi
WALUBI Medan Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan Lewat Diskusi “Merawat Kerukunan” di UINSU
komentar
beritaTerbaru
hit tracker