Kamis, 02 April 2026

Lawan Kotak Kosong, GMP Paluta Nilai Parpol Langgengkan Dinasti Politik Bahrum Harahap

Senin, 29 Januari 2018 21:30 WIB
Lawan Kotak Kosong, GMP Paluta Nilai Parpol Langgengkan Dinasti Politik Bahrum Harahap
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara menerima pendaftaran Pilkada Paluta untuk satu calon bupati dan wakil bupati, yaitu Andar Amin Harahap dan Hariro Harahap. Dengan demikian pasangan calon ini akan melawan kotak kosong.
 
Pasangan Andar-Hariro ini didukung oleh Partai Golkar, PDIP, Gerindra, Hanura, PAN, PPP, Nasdem, PKPI, PKB, Demokrat dan PBB. Melihat akan hal ini, partai politik di Paluta mengalami krisis kader untuk diusung dalam pemilihan kepala daerah. 
 
Demikian penjelasan Sekretaris Umum Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Padang Lawas Utara (GMP Paluta) Jakarta, Eli Yupina Siregar, pada acara "NGOPI Kedaerahan" dalam rangka HUT GMP Paluta, di Insomniak Cafe, Ciputat, akhir pekan kemarin.
 
"Sistem pengkaderan partai politik telah mandek di Paluta. Hal ini menyebabkan pimpinan parpol tidak berani mencalonkan kader sendiri, sehingga elit parpol hanya berfikir oportunis dan pragmatis dalam melihat persoalan pilkada," kata Eli.
 
Saat ini, Andar adalah Wali Kota Padangsidempuan yang juga putra kandung Bupati Paluta Bahrum Harahap. Menurutnya, selama 10 tahun Bachrum memimpin Paluta dan Andar menahkodai Padangsidimpuan 5 tahun, tidak ada terlihat kinerja yang menonjol dan betul-betul dirasakan oleh masyarakat. 
 
"Hal ini menjadi bukti bahwa Andar dan Bahrum gagal dalam memimpin. Dinasti politik Bahrum Harahap tidak memberi efek positif bagi kehidupan yang demokratis di masyarakat, terlebih-lebih bagi kemajuan Paluta," tegasnya.
 
Ia menegaskan, partai politik telah melanggengkan adanya dinasti politik Bahrum Harahap di Paluta. Ini terlihat, katanya, pasangan Andar-Hariro telah memborong seluruh partai yang ada."Paslon ini akan memanfaatkan seluruh jaringan partai politik yang ada di Paluta untuk menduduki puncak kekuasaan, sehingga akhirnya korupsi menjadi tumbuh subur dan menjadi-jadi," tegasnya.
 
Ia menerangkan, selama menjabat, Andar dan Bahrum sering dikritik oleh berbagai elemen dan lapisan masyarakat terkait dugaan keterlibatan keduanya dalam melakukan Tindak Pidana Korupsi yang hingga saat ini belum terselesaikan.(Rel)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024
Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov
Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR
MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker