Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
Beritasumut.com - Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) banyak terlihat berkeliaran di jalanan Kota Medan. Bagi masyarakat, keberadaan mereka dinilai cukup meresahkan bahkan dianggap mengganggu estetika kota.
Dokter spesialis kejiwaan dari Universitas Sumatera Utara (USU), dr Vita Camelia, MKed, SpKJ, mengatakan, ada beberapa faktor yang mungkinan menyebabkan ODGJ berkeliaran atau mengembara. Pertama, ujar dia, karena ada gejala ODGJ yang bisa membuatnya pergi dari rumah karena pengobatannya terlantar, sebab dia terlalu jauh pergi. "Gejala penyakit ODGJ ini juga ingatannya bisa jelek sehingga bisa lupa dan nggak tahu pulang," ungkap dokter yang juga psikiater dari RSUP Haji Adam Malik ini kepada wartawan, Minggu (16/01/2022).
Kedua, lanjut Vita, iakah pengawasan keluarga yang kurang, sehingga ODGJ pergi dari rumah. "Untuk itu pengawasan keluarga dalam memberikan obat supaya diminum teratur. Kemudian, pantau gejala penyakit dan mengawasi ODGJ dan mendukung pengobatannya juga penting," jelasnya.
Baca Juga:
Baca Juga : Anak Kerap Bergantung pada Gadget, Begini Kata Psikolog Menyikapinya
Vita menegaskan, kalau minum obat teratur, maka ODGJ sebetulnya bisa membaik. Gejala gangguan jiwa akan menghilang dan mereka bisa mandiri, aktif bahkan produktif. Namun di lapangan, sambungnya, masih ada keluarga yang abai terhadap pengobatan dan kepatuhan berobat ODGJ. Alhasil, ini yang menyebabkan ODGJ mengembara di jalanan. "Banyak faktor yaitu kepatuhan minum obat pasien, kadang pasien bosan minum obat, merasa sudah membaik dan menghentikan obat, serta keluarga kurang mendukung pengobatan. Misal lalai membawa pasien jadwal kontrol ulang, kurang mengawasi keteraturan pasien minum obat," terangnya.
Baca Juga:
Sementara itu, ketika ditanya, apakah obat untuk ODGJ mahal, sehingga keluarga banyak yang menghentikan minum obatnya? Vita menyebutkan bahwa dengan adanya BPJS Kesehatan, ODGJ seharusnya sudah bisa terbantu untuk obat-obatan. "Makanya terpenting memang perlu terus menerus edukasi keluarga tentang ODGJ, pengobatan dan kepatuhan berobatnya," pungkasnya. (BS06)
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan.
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan dalam ajang Program Penilaian Peri
Politik & Pemerintahan
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut melalui Fuel Terminal (FT) Krueng Raya meresmikan Foodcourt UMKM Desa Meunasah M
Ekonomi
beritasumut.com PT Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Medan mempertegas komitmennya dalam mendukung pembangunan keluarga dan kesej
Pendidikan
Implementasi Permendag 24/2025 tersendat, KADIN dorong sinkronisasi kebijakan dan skema impor plastik bekas terkendali.
Ekonomi
Kemnaker kembali membuka program Pembinaan dan Sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Umum Batch 2 dengan kuota 2.100 pesert
Pendidikan
beritasumut.com Kualitas pendidikan di Provinsi Sumatera Utara masih menghadapi berbagai tantangan serius, terutama terkait kesenjangan an
Pendidikan
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Medan memperingatkan potensi tekanan inflasi pangan akibat kelangkaan bahan baku plas
Ekonomi
beritasumut.com Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengakui kenaikan harga plastik yang belakangan dikeluhkan pelaku industri dan ma
Ekonomi
beritasumut.com Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan bahwa tidak terdapat perubahan harga BBM di seluruh SPBU Pertamina per 1
Peristiwa