Sabtu, 19 September 2026

IDI Sumut Heran Soal Kasus Omicron Pertama Dialami Petugas Kebersihan

Jumat, 17 Desember 2021 23:30 WIB
IDI Sumut Heran Soal Kasus Omicron Pertama Dialami Petugas Kebersihan
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Tertularnya N seorang petugas kebersihan di Wisma Atlet, sekaligus menjadi kasus pertama Covid-19 varian Omicron di Indonesia memunculkan tanda tanya dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Ketua IDI Sumut dr Ramlan Sitompul SpTHT-KL(K) mengaku secara pribadi merasa heran, mengapa petugas kebersihan yang bisa terinfeksi Omicron?. Sebab menurutnya, hal itu sedikit di luar teori. "Kenapa saya bilang di luar teori, karena penyakit tersebut (Omicron) dari luar (negeri) dan dia (petugas kebersihan) tidak ada riwayat perjalanan keluar negeri," ungkapnya kepada wartawan, Jumat (17/12/2021).

Namun demikian, Ramlan berpendapat, hal itu memang bisa saja terjadi, karena telah berinteraksi dengan orang luar negeri atau orang Indonesia yang melakukan perjalanan dari luar negeri. Akan tetapi, Ramlan juga masih bertanya-tanya. "Nah, ini menjadi pertanyaan, kenapa orang luar negeri atau orang Indonesia dari luar negeri bisa masuk ke negara kita tidak dilaporkan? Jadi, saya sendiri pun agak sedikit bingung. Artinya dengan keilmuan kita (kedokteran), ada sesuatu yang terjadi di luar itu. Kok aneh ya, kenapa Cleaning Service yang kena? Ini yang menjadi pertanyaan kita," jelasnya.

Baca Juga:

Baca Juga : Varian Covid-19 Omicron Ditemukan Masuk Indonesia, Dinkes Sumut Minta Perkuat 3T

Ramlan menerangkan, dalam terjadinya penularan virus penyakit, ada konsep ilmiahnya. Karenanya tutur Ramlan, kalau memang petugas kebersihan itu tertular dan tertularnya di Indonesia, maka berarti ada orang lain yang masuk ke Indonesia yang menularkan ke dia. "Tapi, kenapa orang lain itu tidak terdeteksi," ujarnya.

Baca Juga:

[br] Kendati begitu, Ramlan menyebutkan, walau Omicron sudah masuk ke Tanah Air, masyarakat diimbau tidak usah panik. Hal ini karena tingkat kematiannya rendah. Namun, di satu sisi memang angka penyebarannya tinggi. "Untuk itu tetap patuhi imbauan pemerintah, yaitu selalu menerapkan protokol kesehatan dan ikuti vaksinasi bagi yang belum. Tidak usah panik, kita sudah pernah melalui yang lebih berat dari itu dan mampu bertahan," sebutnya.

Ramlan menambahkan, kepada pemerintah daerah juga diminta agar menjaga ketat pintu masuk negara, seperti bandara dan pelabuhan. Selain itu, pelabuhan jalur tikus juga demikian. "Intinya kita tidak boleh lengah dan jangan sampai kecolongan. Perketat pintu masuk negara, termasuk jalur tikus. Kemudian, jangan melakukan perjalanan keluar negeri, apalagi ke negara-negara yang terjangkit varian baru virus corona itu. Apabila memang melakukan perjalanan keluar negeri, maka patuhi aturan yang berlaku yaitu wajib dilakukan tindakan karantina sesuai waktu yang ditentukan," pungkasnya.

Sementara itu, terkait perkembangan kasus Covid-19, berdasarkan data Kemenkes pertanggal 17 Desember 2021, Provinsi Sumut disebutkan menambah dua kasus konfirmasi positif baru menjadi 106.090 orang. Sedangkan kasus sembuh hanya bertambah satu orang menjadi 103.125 orang. Kemudian untuk kasus kematian, masih bertahan di angka 2.890 orang. Oleh karena itu, maka saat ini kasus aktif Covid-19 Sumut menyisakan 75 orang. (BS06)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Target Dinas Kesehatan, Sumut UHC 100% Paling Lama 2026
Cuaca Panas, Dinas Kesehatan Imbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Dinkes: Pertumbuhan RS Tingkatkan Kualitas Layanan
Dinas Kesehatan Sumut Bantu Balita Gizi Kurang di Medan Denai
Dinkes Sumut : Enam Kasus Kematian Akibat Rabies
Dinkes Minta Jemaah Haji Jaga Kebugaran, Perbanyak Minum dan Konsumsi Buah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker