Sabtu, 09 Mei 2026

Dinkes Sumut Ingatkan Masyarakat Jangan Sembarang Konsumsi Antibiotik

Selasa, 23 November 2021 21:30 WIB
Dinkes Sumut Ingatkan Masyarakat Jangan Sembarang Konsumsi Antibiotik
BERITASUMUT.COM/BS06
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengingatkan kepada masyarakat agar mengkonsumsi obat terutama antibiotik sesuai dengan anjuran dokter atau tenaga kesehatan berdasarkan hasil pemeriksaan. Hal ini dikatakan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah sekaitan peringatan Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia (World Antimicrobial Awareness Week) yang jatuh pada tanggal 18-24 November setiap tahunnya oleh WHO.

"Antibiotik (antimikroba) memang obat yang digunakan tenaga kesehatan untuk membunuh kuman di luar virus, bakteri yang menyebabkan penyakit. Jadi WHO mengeluarkan hari baru Awareness terhadap antimikroba," katanya kepada wartawan, Selasa (23/11/2021).

Seperti diketahui, dalam laman FB Kemenkes RI menyampaikan, WHO menetapkan tanggal 18-24 November setiap tahunnya sebagai World Antimicrobial Awareness Week untuk untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang bahaya resistensi antibiotik. Kemudian melakukan strategi mitigasi AMR berbasis bukti lewat pengawasan dan penelitian, menggunakan antimikroba secara bijaksana dalam pangan dan pertanian.

Baca Juga:

Baca Juga : Vaksinasi Anak Direncanakan Dimulai di Tahun 2022

Jadi, lanjut Aris, tentunya terkait penggunaan obat-obatan pembunuh kuman harus diwaspadai. Karena kalau penggunaannya tidak tepat akan dapat menyebabkan gangguan pada tubuh manusia. "Kalau tidak sesuai digunakan, menyebabkan resistensi, maksudnya kuman-kuman penyakit membentuk kekebalan tubuhnya terhadap obat-obatan, sehingga antibiotik dan antimikroba tidak tepat lagi digunakan," jelasnya.

Baca Juga:

[br] Selain itu Aris juga menyalahkan bila membeli obat antibiotik di kedai atau sembarang tempat, karena antibiotik diberikan kepada orang sesuai anjuran dokter dan sesuai hasil pemeriksaannya serta dibeli di apotik. Begitupun, Aris mewanti-wanti apotik agar tidak menjual obat antibiotik tanpa resep dokter. "Ada sanksinya. Balai pengawasan obat dan makanan di samping memeriksa makanan juga melakukan pemeriksaan penjualan antibiotik. Ini juga yang bisa menyebabkan resistensi antibiotik pada seseorang karena penggunaannya tidak tepat sasaran," tegasnya.

Menurutnya, pada penyakit tertentu, penggunaannya harus sesuai resimen atau kebutuhan, ada yang dosis tunggal, ada yang digunakan sehari dua kali atau tiga kali dan digunakan berapa lama. "Itu dokter yang menentukan, masyarakat tidak bisa sembarangan menggunakannya," imbuhnya.

Sementara terkait pengawasan, tambah Aris, Dinas Kesehatan Sumut dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota secara berkala melakukan pengawasan terhadap penggunaan antibiotik dan biasanya tetap dilaporkan. "Apalagi sudah ada kerjasama Dinas Kesehatan untuk seluruh Kabupaten/Kota dengan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Ada satu program yaitu program gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (Gema Cermat). Ini merupakan upaya edukasi pada masyarakat agar faham menggunakan obat," pungkasnya. (BS06)

Editor
:
Tags
beritaTerkait
Ketika Masyarakat Kota Medan Nikmati Manfaat Program UHC JKMB
Sekdaprov Sumut Lantik Faisal Hasrimi sebagai Kadis Kesehatan
Musim Pancaroba, Dinas Kesehatan Imbau Perbanyak Minum Air Putih
 Kembali Jabat Kadis Kesehatan Sumut, Alwi Mujahit Hasibuan Siap Lanjutkan Program
Kecamatan Medan Helvetia dan Dinas Kesehatan Gelar Skrining Massal TBC
 Perilaku BAB Sembarangan Masih Tinggi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker