Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Usai menjalani operasi di bagian kepalanya, kondisi Kinara, balita berusia empat tahun yang selamat dari pembunuhan sadis satu keluarga di Mabar kini membaik.
Hal itu dilihat dengan tingkat kesadaran serta sudah bisa bernafas dengan spontan (tanpa bantuan oksigen) dan Kinara juga sudah mampu berbicara aktif, makan seperti biasa, meski masih diinfus.
"Meskipun kondisinya semakin membaik dan relatif stabil, namun sampai saat ini pasien tetap dalam pengawasan ketat dari pihak Kepolisian dan kita dari rumah sakit," ungkap Kepala Sub Bagian Humas Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji adam Malik, Masahadat Ginting, Jumat (14/04/2017).
Masahadat mengatakan, Kinara menjalani operasi bagian kepala selama enam jam di RS milik Kementerian Kesehatan tersebut. Pasien harus dioperasi karena ada keretakan pada batok kepalanya dan terjadi pendarahan juga di bagian kepalanya.
Saat ini, sambung Masahasat, bagian yang retak sudah dikembalikan ke semula. Pihak medis juga sudah mengambil darah sebanyak dua cc dari kepalanya akibat pendarahan.
"Berdasarkan hasil konfirmasi ke pihak medis, batok kepalanya retak dan terjadi pendarahan. Pendarahan ini hanya di kepala bukan di otak. Kalau di otak, si pasien sudah koma," terangnya.
Masahadat menyampaikan, Kinara akan dirawat hingga kondisinya benar-benar baik. Selanjutnya, RSUP Haji Adam Malik akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian mengenai dipindahkan atau tidaknya ia kembali ke RS Bhayangkara.
"Intinya, usai operasi pasien butuh banyak istirahat. Bocah ini juga sudah dipindahkan dari ruangan operasi ke ruangan khusus. Ruangan itu hanya berisi pasien dan keluarga yang menjaga," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP H Adam Malik, Bambang Prabowo saat disinggung mengenai pembiayaan pasien selama di RS milik Kementerian Kesehatan itu, mengatakan, status pembiayaan Kinara termasuk pembayaran umum. Namun ia mengimbau, untuk tidak memikirkan masalah pembayaran karena yang terpenting pasien cepat sembuh.
"Untuk pembayaran nanti diurus belakangan. Kita prihatin, si anak terus menanyakan keberadaan ibunya. Pasien menanyakannya kepada orang yang ada di sekitarnya, khususnya perawat ruangan rumah sakit," ujarnya.(BS07)
Tags
beritaTerkait
komentar