Kamis, 24 September 2026

Inilah Tiga Penyakit Terbanyak yang Diderita Jamaah Haji Indonesia

Selasa, 16 Agustus 2016 18:35 WIB
Inilah Tiga Penyakit Terbanyak yang Diderita Jamaah Haji Indonesia
BERITASUMUT.COM/IST
Jamaah haji
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pusat Kesehatan Haji Kemenkes mencatat jumlah dan proporsi jamaah haji dengan risiko tinggi (Risti) yang telah terlaporkan dalam sistem Siskohatkes sebanyak 25.234 orang. Rincian Risti dibagi berdasarkan penggunaan warna gelang antara lain pemakai gelang berwarna merah, yaitu bagi jamaah yang berumur lebih dari 60 tahun dengan risti penyakit 8.961 jamaah (22,1%), pemakai gelang berwarna kuning yaitu bagi jamaah risti penyakit 13.778 jamaah (34,2%).
 
Dilansir dari laman resmi depkes.go.id, Selasa (16/08/2016), PPIH juga melaporkan jumlah jamaah haji yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Arab Saudi dengan rincian 2569 jamaah dilakukan rawat jalan, 57 jamaah telah dilakukan rawat inap dan 98 jamaah dilakukan rujukan.
 
Untuk penderita rawat jalan telah dilakukan analisis data di Kloter menunjukkan proporsi tiga penyakit terbanyak yang diderita oleh jamaah adalah Hipertensi (33%), Myalgia (18%) dan Acute Nasopharingithis (12%).
 
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Muchtaruddin Mansyur mengimbau jamaah haji yang berangkat untuk senantiasa menjaga kesehatan selama di Tanah Suci."Selalu jaga kebersihan, cukup minum air putih, gunakan alas kaki karena cuaca di sana sangat panas. Dengan kesehatan optimal, ibadah juga akan maksimal," pesan Muchtar.(BS02)
 

Tags
beritaTerkait
 Walikota Medan Berharap Kebersamaan Jamaah Haji Tetap Terjalin
Pj Bupati Langkat Lepas 113 Jemaah Calon Haji Kloter 7 Kabupaten Langkat
Lepas 348 Calhaj Kloter IV, Walikota Titip Doa agar Medan Diberi Keberkahan
Pj Gubernur Sumut Lepas Keberangkatan 360 Jemaah Haji Kloter I asal Asahan
Menteri Agama Berangkatkan Kloter Pertama Jemaah Haji 1445 H
Lepas 2.482 Calhaj Asal Medan, Walikota Minta Camat Jaga dan Perhatikan Keluarga Jamaah
komentar
beritaTerbaru
hit tracker